Curiosity, Penjelajah Planet Mars

Penjelajah seukuran mobil Curiosity adalah inti dari misi Mars Science Laboratory (MSL) senilai Rp 35 Triliun milik NASA. Curiosity adalah robot terbesar buatan manusia yang pernah mendarat di planet lain. Pada saat Curiosity mendarat, NASA telah mengirim 3 kendaraan ke Mars yaitu Sojourner, Spirit dan Opportunity.

Pada saat badai debu besar di Mars tahun 2018, penjelajah  Opportunity akhirnya mati. Tinggallah Curiosity yang beroperasi di Mars. Tahun 2020 NASA berencana meluncurkan Perseverance.


Kendaraan Curiosity masih operasional per Juni 2020. Tujuan utama Curiosity adalah untuk menilai apakah Planet Merah dapat, atau pernah, mampu mendukung kehidupan mikroba.

Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) yang merupakan satelit pemantau di orbit Mars milik NASA terus berkomunikasi dengan Curiosity dan menyambungkannya (relay) ke pengendali di Bumi. 


Penjelajah Curiosity diluncurkan 26 November 2011 dengan roket peluncur Atlas V-541 buatan United Launch Alliance (perusahaan patungan Boeing Co. dan Lockheed Martin Corp.). Di orbit Bumi, roket Atlas tingkat pertama dan kedua melepaskan diri. Curiosity dibawa ke Mars dalam sebuah "spacecraft" (pesawat luar angkasa) berbentuk bundar/piringan dalam waktu lebih 8 bulan. Spacecrat ini menjadi pelindung Curiosity selama perjalanan antara Bumi dan Mars sejauh 142,74 juta km (jarak terdekat antara kedua planet yang terjadi setiap 2 tahun).

Pesawat antariksa ini bermanuver ketika memasuki Mars, melaju dengan kecepatan 5,9 km per detik, bergesek dengan atmosfer dan terbakar dengan suhu 2100 derajat Celcius. Tahap berikut akan berlangsung hanya 2 menit, dimulai dengan pengembangan parasut, hingga ketinggian 1000-2000 m dan kecepatan menurun ke 100 m per detik. Roket menstabilkan pesawat yang berputar keras, kemudian menurunkan kecepatan hingga 20 m per detik sampai ketinggian 50 m. Akhirnya melambat ke 0,75 m per detik hingga ke permukaan. Tahap terakhir adalah penggunaan "skycrane" yang berlangsung hanya 7 detik. Curiosity diturunkan dengan crane dalam kecepatan 0,75 m per detik hingga "touchdown" mulus ke permukaan. Komputer menunggu 1 detik setelah sensor mendeteksi Curiosity telah menjejak ke permukaan, kemudian alat pyro memotong tapi pengikat, dan roket mendorong skycrane menjauh secepatnya.  

Senyap... Semua tahap kritis berlalu. Proses berlangsung otonomous dikendalikan komputer dan sensor di pesawat, tanpa ada intervensi manusia pengendali dari Bumi. Luar biasa!  

Curiosity mendarat di dataran Aeolis Palus dekat Aeolis Mons (secara informal disebut "Gunung Sharp") di Kawah Gale pada 6 Agustus 2012. 

Atmosfer Mars terdiri dari karbon dioksida (sekitar 96%) dan gas lain seperti argon dan nitrogen. Atmosfernya sangat tipis, tekanan atmosfer di permukaan Mars hanya sekitar 0,6% dari Bumi. Siang musim panas di Mars suhu dapat mencapai 20° Celcius di dekat khatulistiwa, malam hari suhu dapat turun jadi minus 73° Celcius. Panjang 1 hari di Mars adalah 24 jam 37 menit.


Roda Curiosity memiliki diameter 50,8 cm. Jet Propulsion Laboratory NASA merancang kendaraan ini untuk menaiki rintangan hingga ketinggian 65 cm dan menempuh jarak 200 m per hari. Curiosity memiliki panjang 3 m x 2,8 m dengan tinggi sekitar 2,1 m. Beratnya 900 kg di bumi. Bor Curiosity adalah instrumen perkusi yang memukul dengan putaran, lubang yang dibuat berdiameter 1,6 cm dan kedalaman hingga 6,5 cm. Digunakan untuk meneliti sampel tanah Mars. Gravitasi permukaan di Mars hanya sekitar 38% dari gravitasi permukaan di Bumi, jadi beratnya 340 kg.

Instrumen sains yang ada di Curiosity terdiri dari alat-alat canggih untuk mendapatkan informasi tentang geologi, atmosfer, kondisi lingkungan, dan potensi tanda kehidupan di Mars.

ChemCam adalah gabungan Lab Kimia dan Kamera. Laser, kamera dan spektograf bekerja bersama untuk mengidentifikasi komposisi kimia dan mineral batuan dan tanah. Instrumen Kimia dan Mineralogi, atau singkatnya CheMin, melakukan analisis kimia terhadap sampel batuan dan tanah berupa bubuk untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah mineral berbeda yang ada. SAM (Analisis Sampel di Mars) terdiri dari tiga instrumen berbeda yang mencari dan mengukur bahan kimia organik dan elemen ringan yang terkait dengan kehidupan.

Masih banyak lagi alat dan sensor lain yang ada di Curiosity. Baca detil di website mars.nasa.gov/msl 

Kapan Indonesia menyusul?

Naskah artikel ini disarikan dari NASA Mars Science Laboratory (MSL). Terjemahan oleh Educazio. Image dari NASA MSL.

Posting Komentar

0 Komentar