Mengenal Tata Surya Kita

Tata Surya adalah rumah kita di alam semesta. Kita tinggal di bagian galaksi Bima Sakti yang tentram. Rumah kita adalah Tata Surya dengan formasi berumur 4,5 miliar tahun yang berputar di sekitar pusat galaksi pada kecepatan 200 ribu kilometer per jam dan mengitarinya sekali setiap 250 juta tahun.

Bintang kita, Matahari, adalah pusat Tata Surya yang diorbit oleh 8 planet, triliunan asteroid, komet, serta beberapa planet kerdil. Ke-8 planet tersebut dibagi menjadi 2 jenis, yaitu 4 planet yang mirip dengan Bumi: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars; dan 4 planet gas raksasa Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.


Keterangan: Video telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Merkurius adalah planet yang terkecil dan teringan. Satu tahun di Merkurius lebih singkat daripada 1 hari di Merkuriusyang mengakibatkan fluktuasi suhu yang ekstrim. Merkurius tidak memiliki atmosfer atau pun Bulan.

Venus adalah salah satu objek terterang di Tata Surya dan planet yang terpanas dengan tekanan atmosfir 92 kali lebih besar dari Bumi. Efek Rumah Kaca yang tak terkendali membuat Venus tidak pernah lebih dingin dari 437 derajat Celcius. Venus juga tidak memiliki Bulan.

Bumi adalah rumah kita dan satu-satunya planet yang bersuhu cukup untuk tersedianya air berbentuk cairan. Selain itu, Bumi juga satu-satunya planet yang diketahui memiliki kehidupan. Bumi memiliki 1 Bulan.

Mars adalah planet terkecil kedua di Tata Surya dan cukup masif untuk bisa memiliki atmosfer yang sangat tipis. Olympus Mons adalah gunung tertinggi di Tata Surya, lebih dari 3 kali lebih besar dari gunung Everest di Bumi kita. Mars memiliki 2 Bulan yang kecil.


Jupiter adalah planet terbesar dan termasif di Tata Surya. Jupiter terdiri dari hidrogen dan helium. Planet ini adalah tempat berlangsungnya badai terbesar dan terkuat yang kita ketahui, yaitu Bintik Merah Besar (great red spot), yang 3 kali lebih besar dari Bumi. Jupiter memiliki 67 Bulan.

Saturnus adalah planet terbesar kedua dan terendah kepadatan penyusunnya. Jika kamu punya bak mandi yang cukup besar, Saturnus akan mengambang di atasnya. Saturnus juga dikenal dengan sistem cincinnya yang terlihat unik. Saturnus memiliki 62 Bulan.

Uranus adalah planet terbesar yang ketiga dan yang terdingin dari planet-planet gas raksasa tersebut. Hal yang khas dari Uranus adalah rotasi porosnya yang menyamping. Uranus memiliki 27 Bulan.

Neptunus adalah planet terakhir di Tata Surya dan mirip dengan Uranus. Ia sangat jauh dari Matahari sehingga 1 tahun di Neptunus sama dengan 164 tahun di Bumi. Kecepatan angin yang pernah diukur adalah sebuah badai yang memiliki kecepatan 2.100 km per jam. Neptunus memiliki 14 bulan.

Jika kita membandingkan ukuran planet-planet, perbedaan diantara mereka semakin terlihat. Jupiter memimpin dalam hal besar dan massa. Di sisi lain, Merkurius lebih kecil dari salah satu Bulan Jupiter, Ganymede. Jupiter sangat besar sehingga massanya mencakup 70% massa seluruh planet-planet yang lain, serta memiliki dampak yang besar pada lingkungan sekitarnya. Itu adalah berkah bagi Bumi karena Jupiter menarik asteroid besar berbahaya yang dapat memusnahkan kehidupan di muka Bumi. 

Namun Jupiter pun tampak kerdil dibandingkan dengan Matahari. Mengatakan Jupiter masif tidak adil untuk Matahari. Matahari menyusun 99,86% massa Tata Surya. Mayoritas bagiannya terdiri dari Hidrogen dan Helium. Hanya kurang dari 2% terdiri dari elemen berat seperti Oksigen dan Besi. Pada intinya, Matahari melebur 620 juta ton Hidrogen setiap detiknya, dan menciptakan energi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia selama bertahun-tahun.

Tidak hanya 8 planet saja yang mengitari Matahari. Triliunan asteroid dan komet juga mengitarinya. Kebanyakan dari mereka berkumpul di 2 sabuk, di Sabuk Asteroid di antara Mars dan Jupiter, serta Sabuk Kuiper di ujung Tata Surya. 

Sabuk-sabuk (dalam Bahasa Inggris disebut "belt") ini adalah rumah dari obyek-obyek tak terhingga jumlahnya. Ada yang sebesar partikel debu, ada yang sebesar planet kerdil. Obyek yang paling dikenal di Sabuk Asteroid adalah Ceres. Sementara yang paling dikenal di Sabuk Kuiper adalah Pluto, Makemake, dan Haumea. 


Biasanya kita menggambarkan Sabuk Asteroid sebagai koleksi besar obyek yang terus bertubrukan. Tapi nyatanya, asteroid-asteroid tersebar luas di area yang sangat luas, sehingga sulit untuk melihat 2 asteroid pada saat yang sama. Walaupun obyek-obyek tersebut miliaran di sana, Sabuk Asteroid pada kenyataannya adalah tempat yang cukup kosong. Namun tetap saja selalu ada tabrakan terus-terusan diantara objek yang ada di sana.

Massa kedua sabuk juga tidak besar. Massa Sabuk Asteroid kurang dari 4% massa Bulan kita. Sementara massa Sabuk Kuiper hanya sekitar 1/25-1/10 massa Bumi. Suatu hari, Tata Surya akan lenyap, Matahari akan mati. Merkurius, Venus dan mungkin juga Bumi akan hancur. Dalam jangka 500 juta tahun Matahari akan menjadi panas dan panas hingga sampai suatu titik yang akan melelehkan kerak Bumi. Lalu Matahari akan tumbuh terus  dan menelan Bumi. Atau setidaknya menjadikan Bumi lautan lahar. 

Saat bahan bakarnya habis dan mayoritas massanya hilang. Matahari akan mengkerut menjadi planet kerdil putih dan terbakar perlahan selama miliaran tahun, sebelum menghilang seluruhnya. Dan akhirnya, kehidupan di Tata Surya akan tidak mungkin berlanjut.

Namun Bima Sakti tak tak akan terpengaruh. Sebagian kecil begiannya akan menjadi lebih gelap. Umat manusia akan tidak ada lagi, atau menginggalkan Tata Surya untuk mencari rumah yang baru.

Naskah artikel ini diambil dari Kurzgesagt – In a Nutshell https://www.youtube.com/user/Kurzgesagt - Terjemahan dari Amara.org community. Image dari DANA BERRY/NAT GEO CREATIVE.

Posting Komentar

0 Komentar