Penjelasan tentang Sistem Imun Tubuh

Setiap saat di kehidupanmu, kamu selalu diserang. Miliaran bakteri, virus, dan jamur berusaha untuk membuatmu menjadi rumah mereka. Tetapi tubuh kita telah mengembangkan suatu pasukan kecil dan rumit dengan penjaga, tentara, intelijen, pabrik senjata dan alat komunikasi untuk mencegahmu terpapar serangan tersebut.

Untuk kesempatan kali ini, marilah kita anggap bahwa sistem imun memiliki 12 tugas berbeda. Contoh, membunuh lawan, berkomunikasi, dll. Dan, ada 21 sel berbeda dan 2 pasukan protein. Sel ini memiliki sampai 4 tugas berbeda.


Keterangan: Video telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Mari kita tata mereka. Inilah interaksinya, sekarang mari kita buat ini bisa dimengerti. Pertama-tama, mari tambahkan warna pada tugasnya. Sekarang ilustrasikan selnya. Warna di tengah menunjukkan tugas utama dari sel tersebut, sedangkan 3 warna pada pinggirannya menunjukkan tugas sekunder. Sekarang sistem imunnya akan terlihat beserta interaksinya. Bukankah kerumitan ini sangat mengagumkan?

Untuk penjelasan ini, kita hanya akan membicarakan tentang sel-sel ini, dan mengabaikan sisanya.

Jadi, apa yang akan terjadi jika ada infeksi?

Hari yang indah, tapi tiba-tiba sebuah paku berkarat menusuk kulitmu! Pertahanan pertama sistem imunmu yaitu kulit, tertembus. Bakteri terdekat melihat peluang itu dan memanfaatkannya untuk masuk ke tubuhmu melalui luka tersebut.

Mereka mulai menggunakan sumber daya di tubuhmu, menggandakan jumlah mereka setiap 20 menit. Pertama, mereka berada dibawah radar (tak terdeteksi). Tapi, ketika populasi bakteri itu mulai memuncak, mereka mengubah perilaku mereka, dan mulai merusak tubuhmu dengan cara mengubah lingkungan di sekitar mereka.


Sistem imun harus menghentikan mereka secepat mungkin. Pertama-tama, sel penjaga tubuhmu yang disebut dengan makrofag, ikut campur tangan. Mereka ini adalah sel yang besar, yang menjaga setiap wilayah perbatasan tubuh kamu. Terkadang mereka sendiri bisa menahan serangan yang datang karena mereka masing-masing bisa melahap sampai dengan 100 bakteri. Mereka menelan bakterinya, dan memerangkapnya di dalam membran. Lalu bakterinya akan dipecah dengan enzim, dan dibunuh.

Sementara itu, hal tersebut menyebabkan inflamasi dengan memerintahkan pembuluh darah untuk mengirimkan air ke medan perang, agar perang menjadi lebih mudah. Kamu akan melihat ini sebagai pembengkakan yang ringan.

Ketika si makrofag bertempur terlalu lama, mereka akan memanggil bala bantuan dengan cara mengeluarkan sinyal melalui protein utusan yang memberitahu lokasi dan urgensi kejadian serangan. Neutrofil akan meninggalkan rute patroli mereka dan ikut terjun ke medan perang. Neutrofil ini sangat kuat, sampai-sampai mereka membunuh sel-sel yang sehat juga.

Sementara itu, mereka menghasilkan penghalang yang menangkap dan membunuh bakterinya. Pasukan penjaga tubuh kita ini memang sangat mematikan, sehingga mereka berevolusi untuk melakukan bunuh diri setelah 5 hari, untuk mencegah menimbulkan kerusakan berlebih ke tubuh kita sendiri.

Jika neutrofil juga tidak cukup untuk menghentikan invasinya, maka "otak" dari sistem imun juga akan bergabung. Sel dendritik diaktifkan. Sel tersebut bereaksi dengan sinyal yang dikeluarkan oleh para prajurit tadi dan mulai mengoleksi sampel dari para musuh. Mereka merobek musuh menjadi potongan-potongan dan menaruhnya di lapisan luar mereka.

Sekarang, sel dendritik akan membuat keputusan yang krusial. Haruskah dia memanggil pasukan anti-virus untuk membasmi sel tubuh yang terinfeksi? Atau memanggil tentara pembunuh bakteri? Dalam hal ini, pasukan anti bakteri yang paling dibutuhkan.

Kemudian perjalanan dimulai menuju kelenjar getah bening terdekat dalam waktu sekitar satu hari. Disini, miliyaran sel T pembantu dan pembunuh menunggu untuk diaktifkan. Ketika sel T dilahirkan, mereka akan melewati proses latihan yang sulit dan rumit, hanya seperempat yang bertahan. Sel-sel yang bertahan akan dilengkapi dengan pengaturan yang spesifik.

Sel dendritik akan datang untuk mengambil sel T pembantu dengan pengaturan yang cocok. Dia mencari sel T pembantu yang bisa menggabungkan bagian dari musuh yang sudah ditaruh pada membran sel dendritik tersebut.

Ketika sudah ketemu, reaksi berantai terjadi. Sel T pembantu telah diaktifkan dan dengan cepatnya menggandakan jumlah mereka sebanyak ribuan kali lipat. Beberapa menjadi sel T memori yang menetap di kelenjar getah bening, mereka akan membuat tubuhmu imun terhadap musuhnya.

Beberapa pergi ke medan perang untuk membantu. Dan grup yang ketiga akan lanjut pergi ke pusat kelenjar getah bening untuk mengaktifkan gudang senjata yang sangat kuat. 

Seperti sel T, sel B juga dilahirkan dengan pengaturan yang spesifik. Dan ketika sel B dan sel T dengan pengaturan yang sama bertemu, terjadilah kekacauan!

Sel B menggandakan diri secara cepat dan mulai memproduksi jutaan senjata kecil. Mereka bekerja sangat keras sehingga mereka bisa saja mati karena kelelahan. Disini, sel T pembantu juga memainkan peran yang cukup penting, karena mereka menstimulasi sel B yang kelelahan dan berkata: "Jangan mati dulu! Kami masih membutuhkanmu. Lanjutkan!"

Sel T pembantu baru akan membiarkan sel B mati jika infeksi sudah berakhir. Agar sel B tidak membuang-buang sumber daya yang ada di dalam tubuhmu serta menyerang tubuhmu.

Tetapi, apa yang sedang dihasilkan sel B? Kalian pasti sudah pernah mendengarkannya: Antibodi. Protein-protein kecil yang dirancang khusus untuk mengikat dan melumpuhkan bakteri tertentu. Bahkan ada jenis-jenis antibodi yang berbeda untuk tugas yang berbeda-beda pula.

Sel T pembantu memberitahu sel plasmanya untuk tipe apa yang paling dibutuhkan untuk mengakhiri invasi serangan ini. Jutaan antibodi membanjiri pembuluh darah dan memenuhi seluruh tubuh.


Sementara itu, di tempat yang terjadi infeksi, situasi menjadi lebih buruk. Bakteri musuh sudah berlipat ganda dan mulai menyakiti tubuh. Penjaga dan sel penyerang bertempur habis-habisan, tapi juga mati dalam proses. Sel T pembantu mendukung mereka dengan menyuruh mereka untuk lebih agresif serta bertahan lebih lama.

Tapi tanpa bantuan, mereka tidak dapat mengalahkan bakterinya. Tapi sekarang, garis pertahanan kedua telah tiba. Milyaran antibodi membanjiri medan perangnya dan melumpuhkan banyak musuh. Membuat mereka tak berdaya atau membunuh mereka.

Mereka juga menyerang bakterinya dan membuatnya menjadi target yang mudah. Ekor mereka juga dapat terhubung dengan sel pembunuh sehingga mereka bisa menggabungkan diri dan membunuh musuh lebih mudah.

Makrofag sangat piawai dalam melahap bakteri musuh yang sudah ditempel dengan antibodi. Sekarang, terjadilah pergeseran keseimbangan. Dalam upaya kerja tim yang keras, infeksinya dapat dimusnahkan.

Pada saat ini, utaan sel tubuh sudah banyak yang mati. Bukan masalah besar, kerugiannya akan cepat teratasi kembali. Kebanyakan sel-sel imun sudah tidak lagi berguna. Tanpa diberi perintah lagi, mereka membunuh diri mereka sendiri. Jadi tidak membuang-buang sumber daya tubuh.

Tapi ada yang bertahan yaitu sel memori. Jikalau tubuh kita bertemu dengan musuh ini lagi masa depan, maka mereka sudah siap, dan mungkin membunuhnya sebelum kamu mengetahuinya.

Ini adalah penjelasan yang sangat disederhanakan tentang bagian dari pekerjaan sistem imun kita. Bisakah kamu membayangkan betapa rumitnya sistem ini?

Bahkan pada tingkat ini, kita mengabaikan begitu banyak pemain dan berbagai hubungan dan interaksinyanya. Hidup itu memang sangat rumit. Tetapi jika kita meluangkan waktu untuk memahaminya, kita akan selalu bertemu dengan keajaiban yang tak berujung dan keindahan yang luar biasa.

Naskah artikel ini diambil dari Kurzgesagt – In a Nutshell. Terjemahan dari YouTube community. Image dari Beacon of Life.

Posting Komentar

0 Komentar