Video Detail Permukaan Pluto

Pada 14 Juli 2015, pesawat ruang angkasa NASA New Horizons terbang melintas Pluto dan memberi kita gambar baru yang memukau dari planet kerdil ini beserta bulan-bulannya. Menggunakan data dari New Horizons yang aktual dengan model elevasi digital Pluto, para ilmuwan berhasil mensimulasikan video spektakuler yang menawarkan perspektif baru tentang Pluto.


Pluto adalah planet kerdil es di Sabuk Kuiper, benda angkasa yang berada di luar orbit planet Neptunus. Itu adalah objek sabuk Kuiper pertama dan terbesar yang ditemukan. Pluto ditemukan oleh Clyde Tombaugh pada tahun 1930 dan dinyatakan sebagai planet kesembilan dari Matahari. Namun, pada bulan Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU) menurunkan status Pluto menjadi "planet kerdil". 


Berdasar hasil foto terbang lintas pesawat antariksa New Horizons, ternyata diketahui bahwa lanskap bergerigi di sekitar khatulistiwa Pluto terbuat dari metan beku. Ini menyerupai barisan pisau dengan ujung-ujungnya mengarah ke atas dengan tinggi ratusan meter.

Pluto membutuhkan 6,4 hari Bumi (6 hari 9 jam dan 36 menit) untuk menyelesaikan satu rotasi, jadi ini adalah berapa lama satu hari ada di Pluto. Diperlukan 248 tahun Bumi bagi Pluto untuk menyelesaikan satu orbit mengelilingi Matahari. Jalur orbitnya tidak terletak pada bidang yang sama dengan delapan planet lain, tetapi miring pada sudut 17°.

Jarak rata-rata Pluto dari Matahari adalah 5.906.380.000 kilometer. Karena Pluto memiliki orbit yang sangat elips, ada perbedaan besar antara jarak terdekatnya ke matahari dan jarak terjauh dari Matahari. Jarak Pluto yang terdekat dengan Matahari adalah 4.436.820.000 kilometer. Sedang posisi Pluto yang terjauh yang dari Matahari adalah 7.375.930.000 kilometer. Pada saat paling dekat, ia berada di dalam orbit Neptunus.

Diperkirakan Pluto terdiri dari 70% batu dan 30% berupa lautan air es internal. Pluto memiliki atmosfer nitrogen, metana, dan karbon monoksida yang tipis. Atmosfer memiliki warna biru dan lapisan kabut yang unik.

Dataran es nitrogen berbentuk hati seluas 1.000 km (secara informal disebut Sputnik Planum) yang ditemukan New Horizons adalah gletser terbesar yang diketahui di seluruh tata surya kita.

New Horizons melihat adanya amonia dalam es di permukaan Pluto yang mungkin jadi penyebab warna bagian permukaannya menjadi merah. Sedangkan suhu permukaan minus 228° sampai minus 238° Celcius.

Pemetaan dan rendering digital dilakukan oleh Paul Schenk dan John Blackwell dari Lunar and Planetary Institute di Houston.

Dirasikan dari NASA (Badan Nasional Antariksa dan Aeronatika). Terjemahan oleh Educcazio. Image dari Universe Today.

Posting Komentar

0 Komentar