Pakaian Astronot Terbaru NASA untuk Bulan dan Mars

Di Markas Besar NASA pada 15 Oktober 2019, Administrator Jim Bridenstine memperkenalkan setelan Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU) dan Orion Crew Survival System yang akan dikenakan oleh wanita pertama dan pria berikutnya ketika mereka menjelajahi Bulan sebagai bagian dari Artemis program pada tahun 2024. 

Banyak misi membutuhkan dua pakaian antariksa - satu dipakai di luar pesawat selama spacewalk (berjalan keluar pesawat), dan yang lain dipakai di dalam pesawat selama menjalani misi berisiko tinggi, seperti di dalam pesawat antariksa Orion selama peluncuran dan masuk kembali melalui atmosfer Bumi. NASA sedang membangun kedua jenis pakaian itu untuk misi Artemis. 


Pakaian antariksa modern terdiri dari sejumlah komponen: Ada sistem garmen bertekanan atau PGS (pressure garment system), bagian yang dipakai astronot termasuk helm, dan kemudian sistem pendukung kehidupan portabel, yang merupakan ransel yang merupakan bagian dari pakaian utama dan menyediakan udara untuk bernapas dan keperluan penting lainnya untuk melakukan perjalanan ruang angkasa. Ada juga tim yang bekerja pada bagian-bagian seperti lampu, kamera dan sistem tambahan lainnya untuk pakaian tersebut.


Pakaian pertama adalah Orion Crew Survival System. Ini akan digunakan untuk peluncuran berangkat dan kembali di pesawat ruang angkasa Orion milik NASA. Saat astronot melakukan perjalanan dalam misi Artemis ke Bulan, mereka akan mengenakan pakaian antariksa berwarna oranye terang yang disebut setelan Orion Crew Survival System (OCSS). Ini dirancang untuk penyesuaian khusus dan dilengkapi dengan teknologi keselamatan dan fitur mobilitas untuk membantu melindungi astronot pada hari peluncuran, dalam situasi darurat, bagian misi berisiko tinggi di dekat Bulan, dan selama kembali dalam kecepatan tinggi ke Bumi.

Pakaian kedua adalah untuk menjelajahi permukaan bulan yang disebut xEMU. Sekilas, mirip dengan apa yang dikenakan astronot di luar stasiun luar angkasa hari ini. Namun, xEMU telah ditingkatkan untuk kenyamanan, kebugaran, dan memungkinkan lebih banyak mobilitas bagi para astronot di Bulan. Pakaian xEMU dirancang dengan ukuran yang disesuaikan untuk setiap astronot. Pakaian ini juga memiliki bagian yang dapat saling dipertukarkan untuk bekerja di luar angkasa atau di Bulan. Pakaian ini akan dikembangkan terus untuk Mars, termasuk teknologi tambahan untuk mendukung kehidupan.

Mars adalah planet yang tidak ramah (meskipun beberapa ilmuwan berharap untuk mengubahnya), dengan suhu di permukaan mulai dari minus 140° hingga 30° Celcius  - adanya badai debu, radiasi, dan atmosfer tipis, banyaknya karbon dioksida. Semua itu membuat pakaian antariksa menjadi kebutuhan esensial sebagai proteksi dan tetap menjamin fleksibilitas gerak bagi astronot untuk menggunakan jari dan tangan, serta berjalan dengan nyaman.

Dibandingkan dengan merancang untuk pakaian di Bulan, akan lebih kompleks merancang pakaian untuk Mars karena banyaknya radiasi di permukaan planet tersebut, tidak hanya radiasi energi yang lebih tinggi tetapi juga radiasi ultraviolet,. "Untuk misi jangka panjang, kita perlu memastikan bahwa bahannya dapat bertahan menghadapi keadaan lingkungan yang sangat keras itu."

NASA sedang bersiap untuk membangun dan mensertifikasi pakaian antariksa awal untuk perjalanan pertama ke permukaan bulan pada tahun 2024, sebagai bagian dari misi Artemis III. Setelah Artemis III, NASA berencana untuk mengalihkan tanggung jawab untuk produksi, perakitan, pengujian, mempertahankan, dan memelihara armada penerbangan dan pelatihan antariksa serta perangkat keras terkait ke dunia industri (swasta) di Amerika Serikat.

Disarikan dari NASA Moon to Mars. Diterjemahkan oleh Educazio. Image dari Shutterstocck.

Posting Komentar

0 Komentar