Matahari 101 | Sang Bintang Sumber Kehidupan Kita

Ada miliaran bintang tersebar di seluruh alam semesta, tetapi yang ada di pusat tata surya kita memainkan peran khusus bagi kita di Bumi.

Matahari kita terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu di Orion Spur di galaksi Bima Sakti. Ia lahir ketika awan debu dan gas yang dikenal sebagai nebula matahari runtuh dan di tengah-tengah materi formasi ini, terkondensasi menjadi bola gas yang terbakar yang menjadi Matahari kita.

Sifat matahari yang berapi bersama dengan tarikan gravitasi yang luar biasa dan medan magnet yang luas, membantunya menjadi jantung tata surya kita. Matahari dapat dibagi menjadi enam lapisan atau wilayah, yaitu: korona, kromosfer, fotosfer, zona konvektif dan radiasi, serta inti.

Dalam hal jumlah atom, Matahari terdiri dari sekitar 91% hidrogen, 8,9% helium dan 0,1% unsur yang lebih berat seperti karbon dan nitrogen. Karena suhu ekstrim matahari, unsur-unsur ini tinggal dalam fase seperti gas yang disebut plasma.


Keterangan: Video tidak memiliki subtitle Bahasa Indonesia resmi. Namun seluruh transkrip video telah diterjemahkan ke dalam artikel ini.

Pada intinya, suhu mencapai setidaknya 5 juta derajat Celcius. Fusi termonuklir adalah suatu proses menyatunya gravitasi kuat matahari bersama molekul hidrogen untuk menciptakan helium. Proses ini melepaskan sejumlah besar energi dalam bentuk radiasi, listrik, angin matahari. Itu semua yang kita rasakan di Bumi, panas dan cahaya yang memberi kehidupan.

Volatilitas seperti itu berlangsung tertutup. Berkat gravitasi matahari yang luar biasa, itu cukup kuat untuk menahan tata surya kita tetap utuh, ini bisa terjadi terutama karena ukuran dan massa matahari yang sangat besar.

Gaya tarik gravitasi ini memungkinkan Matahari untuk menyatukan ke dalam satu sistem, yaitu delapan planet serta potensi adanya puluhan planet kerdil berjumlah paling tidak 170 bulan, dan komet dan asteroid yang tak terhitung jumlahnya. Tanpa gravitasi matahari, benda-benda langit ini akan hanyut ke ruang angkasa yang dalam.


Sifat penting lainnya dari Matahari adalah adanya medan magnet yang merangkum seluruh tata surya kita. Disebut heliosphere, medan gaya ini melindungi planet-planet dari radiasi kosmik yang berbahaya. Ini disebabkan oleh plasma matahari yang mendorong partikel bermuatan listrik yang menuju ke kutub Bintang. Proses ini mengubah Matahari menjadi magnet raksasa.

Meskipun medan magnet matahari tidak terlihat oleh mata telanjang, efeknya terlihat jelas. Di permukaan matahari terdapat daerah gelap yang disebut bintik matahari, yang merupakan tanda adanya kantong magnet yang kuat. Di Bumi dan di beberapa planet lain, medan magnet matahari berinteraksi dengan atmosfernya, menghasilkan Aurora yang indah.

Meskipun ukuran dan kekuatannya begitu hebat, Matahari tidak akan bertahan selamanya. Dalam sekitar 6,5 miliar tahun ia akan kehabisan bahan bakar hidrogen. Mengembang hingga menyelimuti Merkurius, Venus dan bahkan bumi dan kemudian mengkerut menjadi bintang kecil yang dikenal sebagai Bintang Kerdil Putih.

Sementara itu, Matahari akan terus memainkan peran penting dalam sistem yang menyandang namanya. Tata surya kita (solar system) menggunakan nama Matahari sebagai pusatnya. Dengan medan magnet pelindungnya, tarikan gravitasi yang luar biasa, dan kemampuan untuk menciptakan energi dalam jumlah besar, Matahari akan melindungi, menampung, dan memberi kehidupan bagi tata surya kita.

Posting Komentar

0 Komentar