Padang Pasir dan Padang Rumput yang Mempesona (Full Netflix Series)

Baru 50 tahun yang lalu, kita akhirnya pergi ke bulan. Untuk pertama kalinya, kita melihat kembali ke planet kita. Sejak itu, populasi manusia bertambah dua kali lipat lebih. 

Serial ini akan merayakan keajaiban alam yang tersisa dan menyingkap apa yang harus kita jaga untuk memastikan manusia dan alam berkembang.

Bumi masih memiliki cagar alam, yang masih mampu menarik kehidupan liar yang spektakuler. Menjadi tempat vital bagi hewan dan tumbuhan liar, tapi tempat seperti ini menghilang dengan cepat.


Keterangan: Video telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Seperlima daratan di planet kita ditutupi oleh gurun. Yang paling kering dari semuanya adalah Atacama di Amerika Selatan. Ada tempat-tempat di sini di mana hujan tak pernah tercatat. Gurun mungkin tampak terlihat tandus dan kosong, tapi mereka sangat penting bagi kehidupan. Bagi mereka yang bisa melewati tantangannya, gurun menyediakan tempat perlindungan vital. 

Burung pecuk Sokotra, muncul dari badai debu di gurun Arab. Kekosongan dari lanskap ini yang telah membawa mereka ke sini, dan mereka datang dalam jumlah yang besar sekali. Mereka berjumlah 50.000. Seperempat dari total populasi. Mereka datang karena di sini mereka bisa berkembang biak tak terganggu.

Tapi bersarang di gurun itu sulit. Suhu bisa mencapai 40 derajat Celsius. Namun, burung dewasa dan anak-anak mereka yang putih siap untuk tantangan ini. Mereka mendinginkan diri mereka dengan terengah-engah. 

Dewasa mana saja yang kebetulan punya makanan di temboloknya dikerumuni. Seekor burung dewasa hanya akan memberikan makanan pada anaknya, yang pasti ada di sini di suatu tempat. Anak-anak burung mengejar burung dewasa sampai ke luar gurun.

Tak beruntung. Sekarang, mereka harus segera kembali ke koloninya yang aman. Gurun ini memberikan burung pecuk lebih dari hanya tempat perlindungan aman. Setiap pagi, pergerakan massa dimulai. Ini jam sibuk.

Bagian dangkal dari lautan, tepat di samping koloni penuh dengan makanan. Kekayaan ini datang dari gurun sendiri. Debu, bertiup dari daratan, berisi nutrisi yang menyuburkan perairan di sekelilingnya. Jadi, gurun itu sendiri yang memperkaya lautan.


Di Oman, selama musim monsun panas, kabut bergulung dari lautan, bergelombang besar meliputi pegunungan Dhofar. Kabut ini membawa cukup embun untuk kelangsungan hidup tumbuhan kecil, dan tanaman hijau yang jarang ini menjadi fokus bagi kehidupan.

Ibex harus melintasi jurang vertikal terdekat untuk mencapai salah satu dari beberapa mata air. Tapi mereka gugup, dan dengan alasan yang kuat. 

Seekor macan tutul Arab, satu dari 200 yang bertahan di alam bebas. Wilayah macan jantan ini mencapai luas hingga 350 km persegi dari pegunungan tinggi dan sungai kering yang dalam. Pinggiran paling selatan dari Jazirah Arab adalah satu dari beberapa tempat tersisa di mana ada cukup mangsa untuk menopang populasi dari macan tutul ini.

Namun demikian, kemungkinan ada kurang dari 60 ekor di seluas 15.000 km persegi. Macan tutul ini selalu langka, tapi sekarang konflik dengan manusia menyebabkan jumlah mereka menurun drastis. Sedikit macan tutul tersisa, jadi apa yang sekarang ditangkap oleh kamera tersembunyi kami sangat menakjubkan.

Seekor macan tutul betina, dia mengikuti sang jantan. Pertemuan semacam ini semakin menjadi langka. Perkawinan yang singkat ini memastikan masa depan jangka pendek bagi para macan tutul ini.
Tapi dalam jangka panjang, nasib mereka bergantung pada wilayah mereka yang dilindungi.

Ke arah utara dari pegunungan Dhofar, terbentang tempat dengan kekosongan tak terbayangkan. Rub'al Khali, Empty Quarter, Tempat Kosong. Nama sebuah tempat beresonansi dengan romansa dari lahan gurun ini. Ini adalah lautan pasir terbesar di dunia. Ada bagian-bagian yang tak pernah didatangi manusia. Hanya para ahli gurun terhebat yang bisa bertahan di sini.

Kijang Arab.

Jangkauan mereka sangat luas, melebar seluas 3.000 km persegi. Ini salah satu dari pengungsian mereka yang terakhir. Dulu diburu hingga nyaris punah, sekarang mereka memperoleh kembali wilayah leluhur mereka. Dengan bantuan dari para konservasionis, mereka kembali ke rumah. Tapi pengenalan kembali tak bisa menyelamatkan semua hewan gurun.

Gajah-gajah gurun.

Kurang dari 150 ekor bertahan hidup, di Namibia. Gurun tertua ini memiliki bekas hamparan sungai kering, diukir oleh air yang hanya mengalir satu atau dua hari dalam setahun. Seekor gajah dewasa harus mendapatkan 200 kg makanan setiap hari jika tidak mau kelaparan.

Jadi, bagi para survivor terakhir ini, hidup adalah perjalanan tak berujung. Kawanan ini dibimbing oleh betina tua, ibu pemimpin keluarga. Dia memimpin keluarganya ke tempat yang khusus di mana makanan tersedia bahkan dalam kekeringan. Dia belajar keberadaannya dari ibunya, bertahun-tahun yang lalu. Sekarang, dia mengajari anaknya bagaimana cara ke sana. Para gajah tak sendirian dalam pencarian mereka untuk makanan.

Singa gurun.

Mereka juga sama langkanya dengan gajah. Anak gajah dilindungi oleh ibunya. Jadi singa biarkan mereka lewat. Pohon di kejauhan adalah tanda adanya air. Palungnya kering. Akan tetapi, pohon ana masih tetap hijau.

Tapi ada masalah. Pada musim ini, biji-bijian dari pohon ana biasanya berserakan di tanah. Makanan melimpah bagi gajah. Tapi tahun ini, panennya gagal. Ibu pemimpin telah memimpin kawanannya ke sini sia-sia. Bahkan dahan pohon berdaun jauh dari jangkauan mereka. Keluarga tak ada pilihan selain terus bergerak.


Seekor gajah jantan besar, setinggi hampir empat meter. Dia bisa menjangkau hingga kanopi pohon, dan dia bisa menjadi solusi bagi masalah mereka. Gajah betina tua telah lama mengenalnya dan pernah meminta bantuan padanya. 

Gajah hanya bisa bertahan hidup di sini karena pengetahuan yang diturunkan antar generasi. Tapi kurang dari 20 ibu pemimpin masih bertahan hidup, dan jika pengetahuan mereka hilang, gajah mungkin tak bisa lagi hidup di sini.

Gurun tak bisa menopang jumlah besar dari hewan sepanjang tahun, dan bahkan mereka yang beradaptasi khusus untuk kondisi ini hanya bisa bertahan hidup dalam jumlah kecil.

Tapi pada kejadian yang sangat khusus, gurun bertransformasi. Sekali dalam satu dekade, mungkin ada hujan lebat. Satu kali hujan bisa mengubah gurun menjadi hijau.

Di ujung selatan California, perubahannya dapat terlihat dari angkasa. Ratusan kilometer persegi tiba-tiba bersemi. Jika perubahan demikian menjadi teratur, habitat baru mungkin berkembang.

Itulah padang rumput. Salah satu lanskap paling produktif planet kita. Mereka menopang kumpulan terbesar dari hewan-hewan liar di Bumi.

Kawasan Serengeti menopang lebih dari sejuta kawanan wildebeest. Mereka mengikuti hujan untuk memanen rumput yang baru muncul. Kawanan yang besar ini menarik perhatian predator.

Lima citah jantan.

Salah satu koalisi terbesar yang pernah diamati. Mereka mendominasi wilayah seluas 450 km persegi. Mereka berpatroli bersama, dan itu menarik perhatian. Pergantian strategi diperlukan jika mereka mau sukses berburu. Mereka perlu samaran.

Wildebeest dewasa adalah lawan yang hebat. Empat ekor citah mulai mengintai, berjalan langsung menuju mangsa. Citah kelima merayap dari samping. Mereka perlu semakin mendekat sebelum akhirnya mereka berlari cepat. Mereka hampir sampai. Kelimanya keluar bersama, masing-masing kucing mengejar target berbeda. Terjadi suasana rusuh. Seekor citah tak cukup kuat untuk mempertahankan buruannya. Mereka harus bekerja sama. 

Drama ini hanya berlanjut karena Serengeti dilindungi, dan sudah berlangsung selama 65 tahun. Tapi Serengeti adalah pengecualian.

Di seluruh Bumi, ruang untuk padang rumput terus menerus menghilang. Pada 180 tahun yang lalu, kawanan bison, jutaan kali lebih kuat, merumput di Great Plains, Amerika Utara. Mereka berkeliaran melintasi padang rumput seratus kali lebih besar dari Serengeti. Dulu ini adalah Wild West sesungguhnya.

Setiap musim panas, bison jantan meraungkan tantangannya dan bertarung untuk kepemilikan sang betina. Seiring masa kawin meningkat, pertarungan semakin brutal. Akan tetapi, hari ini, sebagian besar padang rumput sunyi.

Manusia membantai kawanan besar ini. Kurang dari 30.000 bison liar tersisa, dan 90 persen dari padang rumput telah menghilang, sebagian besar menjadi pertanian.

Apa yang kita makan, dan bagaimana kita memproduksinya, akan menentukan masa depan padang rumput planet kita. Masa lalu kita dapat menunjukkan bagaimana kita bisa mencari makan dan masih meninggalkan ruang bagi alam.

Padang rumput jerami kuno di Hongaria, masih ditanam secara tradisional, memberikan habitat kekayaan luar biasa. Kupu-kupu berlimpah. Satu spesies memiliki siklus hidup rumit yang hampir tak bisa dipercaya. 

Alcon biru.

Tiap betinanya harus kawin dan bertelur hanya pada satu spesies tanaman, marsh gentian. Telurnya segera menetas menjadi ulat. Tinggi di atas tanaman, mereka aman dari predator di bawah. Namun kemudian, ulat melakukan sesuatu seperti bunuh diri. Mereka turun dengan benang sutra ke tanah di bawah... menuju ke dalam bahaya. Mereka tak punya pertahanan terhadap serangan semut-semut, yang membawa mereka. Tapi ternyata ini persis yang diharapkan ulat-ulat itu.

Ulat-ulat tersebut memproduksi aroma seperti yang dipancarkan larva semut. Semut-semut menanggapi dengan membawanya kembali ke sarang mereka. Di sana, mereka menyimpannya di dalam ruang induk koloni. Ulat berwarna ungu, terbaring di antara larva putih semut, memberikan sinyal yang tepat. Para semut perawat segera memberi makan mereka.

Tapi ada lagi yang lain. Ulat sekarang mulai meniru suara yang dibuat oleh ratu semut, dan hasilnya, para semut memperlakukan mereka seperti raja. Jika makanan menipis, para semut bahkan akan memberi makan ulat lebih dahulu daripada ke anak-anak mereka sendiri. Mereka memberikan makanan yang banyak sehingga ulat bisa bertumbuh besar.

Di sana, di bawah tanah, ulat diberi makan dan bertumbuh selama hampir dua tahun. Sampai satu hari, tak ada lagi yang bisa diberi makan oleh para semut. Ulat telah menjadi kepompong. Beberapa minggu kemudian, merayap keluar seekor kupu-kupu Alcon biru.

Sekarang, mereka mulai meninggalkan sarang yang sudah menjadi rumah mereka selama 23 bulan terakhir. Kupu-kupu remaja mencari jalan keluar dari sarang dan memanjat batang rumput. Sayapnya melebar dan bersiap untuk terbang mencari pasangannya.

Kehidupan yang kompleks ini bisa menghemat tenaga bagi kupu-kupu, tapi itu berisiko. Jika terjadi sesuatu pada semut-semut atau bunga gentian, Alcon biru akan menjadi punah.

Hanya fragmen kecil dari padang rumput kuno ini yang tersisa di Eropa. Tapi ke arah timur, dulu terbentang padang rumput sebesar seperlima keliling dunia, dari Rumania ke Tiongkok. Di sini, di sepanjang padang yang tak berujung, tak ada jalan atau pagar. 

Di sini, di mana tak ada pohon, elang bersarang di tanah. Dulu, elang-elang ini akan memangsa antelop yang berjumlah jutaan. Beberapa masih ada di sini.

Ini adalah saiga, antelop yang hanya ada di sini. 

Hidung mereka yang luar biasa beradaptasi secara khusus untuk menyaring debu yang diterbangkan oleh kawanan berjumlah besar yang dulu tinggal di sini. Sekarang, mereka terancam punah secara kritis. Perburuan dan hilangnya habitat berdampak menghancurkan mereka. Tapi upaya konservasi baru-baru ini mulai membuat perubahan. Masih ada harapan bagi penghuni dataran yang luar biasa ini.

Bukti ini bisa ditemukan di timur jauh, di Mongolia, di mana padang rumput sebagian besar masih tetap utuh.

Ini adalah kuda Przewalski.


Pada 50 tahun yang lalu, mereka punah di alam bebas, tapi beberapa kuda dewasa bertahan hidup dalam kurungan. Pengembangbiakan yang hati-hati dari 12 ekor meningkatkan jumlah mereka sampai cukup banyak untuk dilepaskan di padang rumput. Ini adalah keturunan mereka. Kuda jantan melindungi tiap-tiap kelompok betina. 

Mereka harus waspada, dan berlomba untuk membela kawanannya, atau mengusir kuda jantan lajang yang berusaha memancing seekor betina. Dengan jumlah mereka sekarang meningkat 300 ekor, masa depan dari kuda liar ini terlihat lebih aman.

Pemulihan mereka hanya mungkin terjadi karena luasnya padang rumput Mongolia sebagian besar masih tak tersentuh. Rumput-rumput ini termasuk yang tertinggi yang ada di planet kita. Mereka begitu tinggi sehingga bisa menyembunyikan gajah. Mereka membuat hewan besar yang tinggal di dalamnya tampak kecil. Tempat persembunyian terakhir bagi badak bercula satu yang sangat terancam punah.

Ini adalah India, salah satu negara berpopulasi terbesar di Bumi. Namun, di sini ada tekad luar biasa untuk melindungi padang rumput krusial ini. Seperti apa rasanya tinggal di dunia yang rimbun dan membuat klaustrofobia ini?

Hanya bergerak sedikit bisa berarti berjalan ke dalam bahaya. Rumputnya menyembunyikan harimau. Garis dan bayangan berpadu. Rumput tinggi bisa menyembunyikan seekor harimau dari mangsanya, tapi itu juga menyembunyikan mangsa darinya.

Dia harus mendekat dalam jarak 20 meter dari mangsa. Dia harus selalu tahu persis di mana mangsa bersembunyi. Dia bisa kehilangan mereka. Namun, dia salah bergerak sehingga terlihat mangsanya.

Sekarang, setiap rusa di sekeliling jadi tahu persis di mana harimau itu berada. Yang lainnya telah mendengar sinyal yang mengumumkan kegagalannya.

Anak-anak harimau itu. Dia meninggalkan mereka sembunyi di rerumputan.

Beberapa ratus tahun terakhir, jumlah harimau liar telah menurun melebihi 95 persen. Tapi di India, meskipun tekanan luar biasa dari perburuan, dan populasi manusia yang meningkat, jumlah harimau sebenarnya bertambah.

Dengan melindungi ruang berharga yang disediakan padang rumput dan gurun, hewan-hewan itu akan dapat bangkit kembali.

Silakan kunjungi ourplanet.com untuk mengetahui apa yang kita perlu tahu untuk melindungi padang rumput liar.

Transkrip dari Netflix. Terjemahan subtitle oleh Vitri Anggreini.

Posting Komentar

0 Komentar