Penelitian Penting tentang Tidur Bayi (Full Netflix Series)

Membuat bayi Anda tidur semalaman ternyata merupakan tantangan manusia secara universal. Tidurnya bayi tak hanya penting bagi kewarasan orang tuanya, tapi itu juga fundamental bagi perkembangan bayi. 

Bayi yang baru lahir menghabiskan 16 jam sehari untuk tidur. Itu jumlah waktu yang luar biasa untuk tidur. Ada banyak misteri mengenai apa yang terjadi terhadap bayi-bayi ini, kenapa mereka banyak tidur?


Keterangan: Video telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Otak menjadi sangat aktif ketika tidur. Ini, dalam pengertian tertentu, waktu pribadi untuk otak Anda. Istilahnya, ini waktu ketika otak Anda ada di dunianya sendiri. Namun, Anda tak menyadarinya. Bagi saya, itu sangat menarik.

Saya merasa kita hanya tahu sedikit mengenai sains tidur. Kita merasa lebih baik dan berpikir lebih baik di siang hari karena ada sesuatu yang terjadi di otak ketika tidur. Saya ingin mengerti bagaimana tidur membuat Anda lebih baik?

Selanjutnya penjelasan tentang penelitian dari Andre Fenton, Direktur, Lab Neurobiologi Kognisi, New York University, USA.

Saat jadi orang tua baru, saya beri tahu kawan saya, "Aku paham cara mengurus bayi. Ini pasti akan sangat mudah". Ternyata saya hanya tahu sangat sedikit tentang hal ini. Itulah kami, orang tua baru. Lalu situasi menjadi kacau karena saya tak tahu cara membuat putri saya tidur nyenyak pada malam hari.


Sebagai ahli saraf, saya tak berpikir untuk benar-benar mempelajari tidur. Tak ada pengetahuan mengenai apa yang lazim dan yang harus dilakukan. Jadi, saya memutuskan untuk mempelajari tidur pada bayi. Tentu kita bisa tahu cara memikirkan tentang tidur bayi secara ilmiah dan biologis.

Semua orang tahu tidur bayi sepertinya, awalnya tak menentu dan akhirnya menjadi teratur.

Jadi, kami ingin mencari tahu kapan bayi belajar tidur seperti kita? Apa itu berkembang secara bertahap? Apa itu tiba-tiba terjadi di bulan kesembilan misalnya? Atau apa setiap orang punya ritme masing-masing?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari cara mendapatkan data. Kami menemukan ada banyak aplikasi yang digunakan orang untuk mencatat peristiwa yang dialami bayi mereka. Bagi kami, itu harta karun.

Jadi, kami berbincang dengan beberapa pengembang aplikasi dan kolaborasi antara pengembang aplikasi dan ilmuwan ini diberi nama "Penelitian Tidur Bayi NYU (New York University)". 

Kami akan mengunjungi beberapa keluarga yang mendaftar untuk penelitian ini dan mencari tahu bagaimana mereka menggunakan aplikasi ini, yang akan memberi kami gambaran tentang bagaimana data dikumpulkan.

Cara kami biasa mengumpulkan data adalah jumlah subjek sedikit, tapi dengan pengukuran yang tepat dan akurat. 

Dalam kasus ini, kami tak punya kendali atas apa pun. Kami bahkan tak melakukan pengukuran. Jadi, kami tak tahu apa waktunya akan lebih akurat dengan menit atau jam.

Hal yang paling membuat saya kagum ketika saya menemui beberapa peserta penelitian adalah mereka mencatat menitnya dengan akurat. Kesalahannya adalah, menurut pengakuan, tak lebih dari lima menit. Untuk memiliki data menit yang tepat dan jutaan titik data itu, membuat Anda sangat percaya diri sebagai ilmuwan dalam menyimpulkan penelitian ini.

Kenalkan kawan lama saya, Pascal Wallisch. Pascal punya sejarah panjang bekerja dengan banyak data sebelum itu disebut big data.

Yang Anda lihat di sini adalah distribusi bayi dalam penelitian ini di seluruh dunia. Jadi, setiap titik di sini mewakili bayi. Kami mencatat data dari sekitar 1.000 bayi dan itu menghasilkan total enam juta peristiwa, yaitu sekitar 1,5 juta peristiwa tidur, 2,5 juta peristiwa makan, dan 1,5 juta peristiwa mengganti popok. Secara kolektif.

Jika Anda punya banyak bayi dan masing-masing punya ritme sendiri, tapi ada pola umum yang mendasari ritme itu, saat Anda punya cukup banyak sampel bayi, polanya akan muncul. Kita mulai dapat menjawab pertanyaan sederhana pertama, kapan pola tidur muncul?

Pertanyaan yang ingin kami jawab adalah, "Apa bayiku akan tidur sepanjang malam?" Itulah yang ingin mereka ketahui, kapan itu akan terjadi.

Kami telah mulai menganalisis data dan melihat kecenderungan (trend). Namun, sebetulnya, ini masih sangat dini. Kami belum yakin untuk memublikasikan ini.

Tetapi, yang Anda lihat di sini adalah pada masa satu bulan, tak ada pola jelas kapan bayi makan atau tidur. Jadi, tidur serta makan tak menentu dan itu sangat melelahkan orang tua. Inilah masalahnya.

Namun demikian, dalam waktu kira-kira empat bulan, siklus awal muncul. Ketika Anda sampai di delapan bulan, ada tanda munculnya pola. Kemudian dalam setahun, pola jelas ini muncul. 

Bayi tidur sepanjang malam. Mereka tidur segera setelah makan di pagi hari dan sekitar lima jam kemudian di sore hari, itu kali ketiga mereka tidur nyenyak.

Jika kami punya set data yang cukup besar, ini akan sangat mudah untuk diubah menjadi situs web tempat tiap orang bisa berkunjung dan berkata, "Anakku dalam batas normal. Semuanya pasti akan baik-baik saja". Atau, "Anakku di luar batas normal".

Itu mungkin tanda awal Anda bisa mengenali mungkin ada alasan untuk khawatir, semacam intervensi, atau setidaknya, pengawasan ketat.

Hal yang sangat menakjubkan adalah mengenali peralihan dari tanpa pola tidur menjadi berpola tidur adalah sesuatu yang hampir semua bayi lakukan. Itu butuh sekitar satu tahun.

Di bawah ini adalah penelitian dari Mark Bloomberg, Profesor Ilmu Psikologi dan Otak, University of Iowa, USA.

Saya tak pernah tidur nyenyak. Ada pepatah lama yang berbunyi, "Kita mempelajari yang tak kita kuasai".

Saya selalu bangun dalam keadaan pening. Saya tak pernah memakai alarm. Jam alarm buruk karena bangun secara alami itu penting. Meski mengetahuinya, saya masih terus-terusan tidur tak nyenyak. Menderitanya saya.

Semua hewan di planet ini memiliki siklus 24 jam yang berkaitan erat dengan matahari. Itu disebut ritme sirkadian.

Jadi, bagi kita, manusia, Anda terjaga di siang hari dan tidur pada malam hari di otak. Itu diatur oleh jam utama tubuh yang terletak di bagian otak yang disebut hipotalamus. Namun, itu tak berlaku untuk bayi.

Saat mulai terlibat dalam penelitian tidur, saya mulai mempelajari bayi tikus. Yang terjadi pada bayi, bayi manusia, bayi tikus, siklusnya sangat cepat antara tidur dan bangun.

Jika Anda melihat bayi seperti ini, dia tertidur dan relaksasi total... lalu tiba-tiba... bangun. Anda bisa tahu dia bangun karena lengan kiri dan kaki kiri mengangkat pada saat yang sama. Lalu, lihat itu, dari sini... Kemudian, tiba-tiba dia terlelap. Tidur kembali.

Jadi, selama 24 jam, mereka bisa memiliki ratusan siklus antara tidur dan bangun. Itu yang membuat bayi berbeda. Jadi, kami ingin tahu, kenapa begitu?

Kami mulai dengan eksperimen sederhana. Kami memasukkan pewarna ke otak tikus yang baru lahir di wilayah jam utama tubuh. Kami ingin tahu pada usia berapa bagian otak itu terhubung dengan bagian otak lain yang penting untuk tidur dan bangun?

Saat bayi tikus ini lahir, kami punya pewarna merah di sini, di wilayah jam utama tubuhnya... tapi ketika melihat lebih dekat ke batang otak, kita tak melihat apa pun. Tak ada pelabelan sama sekali. Seolah kabel yang menghubungkan bagian otak ini ke bagian otak ini belum ada.

Namun, jika kita melihat ini sepekan kemudian, kini kita melihat semua area ini merah. Di sini hitam, sekarang di sini merah, dan itu indikasi bagian otak ini sedang berbicara kepada bagian otak ini.


Temuan kami adalah itu juga terjadi pada manusia. Jika Anda melihat model otak, saya akan memisahkannya untuk mengekspos batang otak dan siklus tidur/bangun sebagian besar diatur di wilayah bawah ini.

Lalu di atas sini, di hipotalamus, adalah tempat jam utama tubuh berada dan itu akan mengatur ritme sirkadian Anda. Pada bayi baru lahir, keduanya tak berbicara kepada satu sama lain, baik secara langsung maupun tak langsung. Artinya, koneksi-koneksi tersebut yang bertanggung jawab menyebabkan munculnya ritme sirkadian.

Mungkin jika Anda orang tua dan kesulitan untuk menghadapi kenyataan Anda kurang tidur karena bayi Anda tak tidur sepanjang malam, Anda mungkin berpikir, "Ya, aku hanya harus menunggu koneksi ini terbentuk".

Karena sebelum tiga sampai empat bulan, tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk membantu bayi tidur sepanjang malam. Tunggulah sistem sirkadian menghubungkan keduanya.

Ketika kami mempelajari tikus ini, saya mulai memperhatikan kedutannya. Saya menggunakan kedutan sebagai tanda hewan tidur.

Namun, ketika Anda melihat ini dan itu perilaku yang luar biasa... pada banyak hewan, ini tampak seperti kejang... Anda mulai bertanya-tanya, apa maksud dari kedutan ini?

Ini anjing saya, Katie... dan Anda bisa melihat kedutan kuat di kedua kakinya. Bahkan ada debaran di wajahnya. Sebagian besar orang melihat ini dan berpikir Katie sedang mengejar kelinci dalam tidurnya.

Pandangan sejarah ratusan, bahkan ribuan tahun silam, adalah kedutan hanyalah hasil sampingan dari mimpi. Jadi, jika Anda bermimpi berlari, kaki Anda akan sedikit menendang. Itu pandangan dominan, beberapa orang masih memercayainya.

Lalu ada kontras antara yang saya lihat dengan kedua mata saya sendiri dan yang saya baca dalam literatur ilmiah. Jadi, seiring waktu, saya terus bertanya tentang itu. Lalu itu berkembang menjadi program penelitian yang mengejutkan.

Untuk percobaan ini, kami berusaha untuk melakukan pengukuran kedutan secara tepat dan kami ingin tahu, bisakan kami melihat bukti aktivitas otak yang berkaitan secara khusus dengan gerakan yang kami pelajari ketika tidur?

Temuan kami adalah ketika bayi berkedut, apa yang terjadi mirip ketika menonton film kapal selam... ketika semua orang di kapal selam diminta tenang karena mereka hendak melakukan tes sonar.

Itu mirip dengan ketika bayi-bayi ini tidur. Hanya sedikit aktivitas otak... lalu ketika bayi berkedut, itu dia. Itulah tes sonar. Kapten kapal selam akan mengirimkan satu dentingan saja ke air. Lalu dentingan itu menciptakan gema yang memungkinkan Anda melihat ke luar.

Cara yang sama otak berusaha mencari tahu, "Apa yang ada di luar sana? Apa yang dilakukan anggota tubuhku? Berapa banyak otot yang kumiliki? Bagaimana itu saling terhubung?"

Yang kita pikirkan terjadi dengan kedutan adalah Anda memetakan tubuh Anda. Anda mempelajari otot tubuh Anda, Anda mempelajari bagaimana otot mengendalikan sendi, Anda mempelajari hubungan, sinergi antara otot yang berbeda di bagian tubuh Anda.

Satu kedutan bisa menghasilkan ratusan, mungkin ribuan, aktivitas neuron. Itu yang kita lihat dalam aktivitas EEG dari bayi manusia. Begitulah cara bayi mempelajari tubuh yang dia miliki.

Menurut saya, itu menyajikan bukti lebih jauh ada sesuatu yang istimewa tentang kedutan pada perkembangan awal. Kini itu membimbing kami dalam penelitian yang kami lakukan.

Berikut adalah penelitian yang dilakukan oleh Rebecca Spencer, Profesor Ilmu Psikologi dan Otak, University of Massachusetts, USA.

Beberapa orang seperti burung hantu, tapi saya sebaliknya. Saya seperti burung lark. Saya suka bangun di waktu subuh. Itu waktu ketika pikiran saya jernih, saya bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Manfaat tidur malam yang nyenyak dengan lari di pagi hari yang segar, itulah ketika saya bisa berpikir secara maksimal. Saya mempelajari tidur tanpa disengaja.

Latar penelitian saya adalah tentang pembelajaran. Sekitar pertengahan 2000-an, saya melakukan penelitian pascadoktoral di UC Berkeley sebagai ahli saraf.

Saya ingat hasil penelitian itu mengatakan bahwa kurang tidur pada orang dewasa buruk untuk ingatan, serta tidur itu sendiri adalah melakukan hal baik. Itu sangat baru dan agak revolusioner.

Karena latar belakang saya, saya dalam posisi bagus untuk bisa melihat itu. Namun, saya ingin mengerti bagaimana tidur membuat belajar dan ingatan lebih baik?

Ketika kami memulai proyek ini, meneliti bayi, tak banyak yang dilakukan berkaitan dengan tidur. Tak mudah menjelaskan pentingnya tidur untuk ingatan. Kita tahu bayi butuh dua kali tidur dalam sehari, jadi dalam penelitian kami, kami ingin mencari tahu apakah tidur sangat penting untuk melindungi ingatan.

Kami merancang eksperimen ini dimulai dengan anak usia sembilan bulan dan kami mengajari mereka ini, dengan kata lain, menunjukkan bayi cara memainkan mainan yang belum pernah mereka lihat.


Mereka ditunjukkan delapan mainan dan empat mainan kami mainkan dengan cara tertentu. Bukan tindakan biasa yang diharapkan akan dilakukan bayi. Lalu kami kembalikan mainan itu untuk melihat apa mereka ingat apa yang kami lakukan dengan mainannya.

Setelah langkah pertama dalam percobaan ini, kami merekam aktivitas otak. Saat itulah kesenangan saya sebagai ahli saraf dimulai untuk benar-benar memahami apa tidur berdampak pada ingatan mereka.

Setelah itu, kami punya dua skenario.

Di skenario pertama, bayi tetap terjaga ketika biasanya mereka tidur. Lalu kami mengamati apa mereka mengingat tindakan yang kami lakukan dengan mainan.

Sepertinya ada peluruhan ingatan di sini. Ketika bayi melewatkan waktu tidur, dia tak mengingat benda-benda itu.

Di skenario kedua, kami membiarkan bayi tidur seperti biasanya. Kami biarkan mereka tidur, lalu saat bayi bangun, kami bisa mengamati apa mereka mengingat mainan itu.

Jadi, yang kami amati dalam penelitian ini adalah bayi mengingat lebih banyak mainan atau tindakan kami terhadap mainan jika mereka tidur versus ketika terjaga selama waktu tidur.

Lalu ada bagian menarik ketika kami menggali dan mencoba memahaminya. Apa yang dilakukan tidur terhadap otak yang begitu penting untuk ingatan?

Pola ombak ini adalah rekaman aktivitas otak ketika tidur. Gelombang yang bisa Anda lihat menonjol dari rekaman itu. Itu disebut gelendong tidur. Itu terjadi bersamaan di seluruh otak yang menjalankan mekanisme baik untuk otak mengambil informasi dari area ingatan jangka pendek yang disebut hipokampus, dan memindahkannya ke ingatan jangka panjang disebut korteks.

Gelombang aktivitas yang secara bersamaan itu diduga mendukung gagasan bahwa ingatan bisa dipindahkan dari penyimpanan hipokampus jangka pendek ke penyimpanan jangka panjang, semua bagian otak yang berbeda ini bereaksi secara bersamaan pada saat yang sama.

Namun, pada bayi, hipokampus mereka lebih kecil. Jadi, bayi harus tidur sesaat selama beberapa kali, dua tidur siang dan tidur malam, karena mereka harus mengambil informasi yang tersimpan di ingatan jangka pendek dan memindahkannya ke lokasi permanen lebih sering daripada kita.

Hasilnya membuat saya bersemangat. Saya terkesan sebagai ilmuwan dan ibu. Tidur siang itu penting dan kita harus menghargai waktu yang dihabiskan bayi untuk tidur. Hore!

Bukan hanya waktu bagi seorang ibu untuk beristirahat, tapi itu juga bermanfaat untuk bayi. Ketika mereka membentuk ingatan itu, itu adalah fondasi untuk semua yang mereka terus lakukan.

Pandangan penutup dari Rebecca.

Entah Anda tidur saat siang atau malam hari untuk menjaga kebutuhan tidur Anda. Yang penting kesimpulannya adalah tidur dibutuhkan agar tetap sehat dan juga berpikir jernih.

Jadi, tidur tetap penting untuk kesehatan kognitif, kesehatan emosional, suasana hati, dan performa kita di siang hari, entah bayi atau orang dewasa.

Pandangan penutup dari Mark.

Tidur selalu digambarkan sebagai periode melepaskan diri dari lingkungan, tapi penelitian kami menunjukkan tidur adalah proses yang sangat dinamis dengan segala macam perubahan aktivitas saraf di seluruh otak, perubahan perilaku. Jadi, tidur adalah proses yang punya jauh lebih banyak aspek daripada yang dipikirkan sebelumnya.

Pandangan penutup dari Andre.

Tidur dirancang agar otak bisa mengatasi masalah yang sangat sulit. Untuk mempelajari dunia. Jadi, itu yang dilakukan bayi Anda ketika mereka tidur. Mereka memecahkan salah satu masalah tersulit di alam semesta. Biarkan mereka tidur.

Transkrip dari Netflix. Terjemahan subtitle oleh Muhammad Pandu Abdillah.

Posting Komentar

0 Komentar