Kisah Airbnb dari Sukses Menjadi Terpuruk

[Preetika Rana, Reporter Teknologi Wall Street Journal] 2020 seharusnya menjadi tahun emas bagi Airbnb, itu seharusnya menjadi tahun dimana Airbnb go public. Mereka kandidat menjadi korban paling parah dari jatuhnya ekonomi tahun ini.

Dalam waktu kurang dari satu dekade, Airbnb berkembang dari satu kasur udara untuk disewakan ke perusahaan global yang bernilai lebih dari 30 miliar dolar. Raksasa berbagi rumah ini memiliki ribuan karyawan, lebih dari tiga juta host, dan tujuh juta rumah terdaftar di lebih dari 220 negara.

Bahkan berkembang dengan divisi baru yang disebut Experiences. Yang memungkinkan para tamu untuk memesan acara-acara wisata. Tapi bisnis perjalanan saat ini terhenti.


Keterangan: Video tidak memiliki subtitle Bahasa Indonesia resmi. Namun seluruh transkrip video ini telah diterjemahkan ke dalam artikel berikut.

Go public yang direncanakan Airbnb jadi tidak pasti. Pendapatan diperkirakan turun paling tidak setengahnya, dan CEO Brian Chesky mengatakan 25% dari staf akan di-PHK.

Jadi bagaimana salah satu startup paling sukses dalam dekade ini menjadi perusahaan yang begitu rapuh?

[Preetika Rana] Airbnb didirikan setelah krisis keuangan 2008. Banyak orang biasa kehilangan pekerjaan dan mencari penghasilan tambahan. Begitu gagasan berbagi rumah Anda dengan seseorang menjadi begitu populer, banyak orang ikut bergabung dengan impian itu.

[Brian Chesky, Co-Founder & CEO Airbnb] Anda tahu, kami telah memiliki penghasilan sejak hari pertama. Dan kami sebenarnya tidak perlu mengumpulkan modal baru pada titik tertentu. Tapi kami memutuskan untuk berinvestasi di depan pertumbuhan dan kami selalu mencoba untuk memikirkannya seperti pedal gas. Sehingga bisa pada suatu titik kami melaju menuju profitabilitas.

[Preetika Rana] Airbnb mendapat untung dengan ukuran tertentu pada tahun 2017 dan 2018. Sehingga memberi investor banyak kepercayaan dan membuat semua orang bersemangat, sungguh, tentang prospek startup seperti ini yang telah menjadi begitu terkenal di seluruh dunia untuk go public .


[Brian Chesky] Ini adalah rumah yang indah.

Perusahaan menghabiskan banyak uang selama periode pertumbuhan ini. Biaya administrasi meningkat 113% antara 2017 dan 2019 ketika mereka mempekerjakan ribuan karyawan dan membangun kantor pusat perusahaan di lingkungan San Francisco yang trendi. Kemudian tahun 2019 berakhir dengan tragedi.

[Reporter Berita] Airbnb menyatakan bahwa sekarang mereka melarang pesta rumah setelah penembakan menyebabkan lima orang tewas di San Francisco di pinggiran kota pada malam Halloween.

[Preetika Rana] Penembakan massal ini benar-benar momen penting dalam perkembangan Airbnb dan itulah yang membuat mereka menginvestasikan lebih dari 100 juta dolar ke dalam program peningkatan keselamatan pelanggan.

[Reporter Berita] Airbnb mengatakan bahwa sekarang mereka melarang pesta rumah setelah penembakan menyebabkan lima orang tewas di San Francisco di pinggiran kota pada malam Halloween.

[Preetika Rana] Penembakan massal ini benar-benar momen penting dalam perkembangan Airbnb dan itulah yang membuat mereka menginvestasikan lebih dari 100 juta dolar ke dalam program peningkatan keselamatan pelanggan.

Pengeluaran ini ikut membawa total biaya Airbnb menjadi 5,3 miliar dolar tahun lalu. Lebih dari dua kali lipat dari tahun 2017.

[Preetika Rana] Beberapa anggota dewan pengawas mengingatkan para eksekutif dan berkata, "Hei, biaya Anda melebihi pertumbuhan pendapatan. Segera kendalikan itu." Dan tentu saja pandemi itu menyerang dan mengubah segalanya untuk Airbnb.

[Reporter Berita] Cina mengatakan jumlah orang yang terinfeksi virus pernapasan misterius meningkat tiga kali lipat selama akhir pekan.

Pada bulan Januari, para pejabat di Cina mengeluarkan peringatan dan pembatasan perjalanan lokal setelah penyebaran Covid-19.

[Preetika Rana] Berita itu menghapus semua pemesanan dalam semalam di Cina. Pada saat itu, tidak ada yang berpikir ini akan menjadi masalah global.

Dan kemudian pada 11 Maret, Presiden Donald Trump mengumumkan pembatasan perjalanan internasional baru. Ketika pemesanan Airbnb jatuh, Chesky mengadakan pertemuan langsung dengan karyawan untuk membahas apa arti perkembangan baru ini bagi Airbnb dan rencana mereka untuk go public.

[Preetika Rana] Apa yang terjadi adalah banyak kegelisahan di antara karyawan karena banyak dari mereka memiliki opsi saham. Dan itu akan berakhir pada akhir tahun ini, yang berarti bahwa jika mereka tidak go public tahun ini, banyak saham berharga yang dimiliki karyawan akan menjadi tidak ada artinya.


[Preetika Rana] Jadi Mr. Chesky benar-benar berusaha meyakinkan para karyawan, untuk mengatakan, "Ini akan baik-baik saja. Kita masih tetap akan masuk lantai bursa tahun ini." Namun, itu berubah dalam hitungan hari. Pada bulan Maret, dia memberi pernyataan dengan nada yang lebih hati-hati. Dia mengadakan konferensi video dengan karyawan di mana dia mengatakan semuanya masih bisa berubah.

Sekitar waktu itu banyak tamu mulai meminta pengembalian uang untuk pemesanan yang dibatalkan. Tetapi Airbnb memiliki kebiasaan lama yang memungkinkan tuan rumah untuk menetapkan kebijakan pembatalan mereka sendiri.

[Preetika Rana] Tapi mulai ada tamu yang melawan dan berkata, "Tuan rumah tidak memberi kami pengembalian uang, apa yang akan dilakukan Airbnb tentang hal itu?" Saya pikir itu benar-benar mengguncang perusahaan.

Hal ini menyebabkan Chesky buru-buru memutuskan untuk memberikan pengembalian uang tamu untuk pemesanan tertentu. Tetapi, setelah mendapat kritikan dari beberapa pemilik rumah, Chesky mengeluarkan permintaan maaf kepada mereka.

[Brian Chesky] saya minta maaf. Maaf kami tidak berkonsultasi dengan Anda sebagai mitra. Dan saya telah mendengar suara Anda sejak keputusan itu.

Airbnb mengatakan akan membayar pemilik rumah 25% dari apa yang akan mereka terima untuk pemesanan yang dibatalkan. Mereka juga menciptakan dana hipotek 17 juta dolar untuk membantu tuan rumah berperingkat teratas menutupi kredit rumah mereka. Pada bulan April perusahaan hampir tidak memiliki pemasukan lagi dari kunjungan jangka pendek.

[Preetika Rana] Akhirnya mereka berhutang satu miliar dolar pada tingkat bunga yang sangat tinggi yang terkait dengan aset tertekan. Jadi, dalam semalam Airbnb berubah dari Silicon Valley unicorn yang sangat terkenal di seluruh dunia, menjadi bisnis yang terjerumus dalam kesulitan.

Pada tanggal 5 Mei, Brian Chesky mengumumkan pemotongan staf besar-besaran dalam sebuah memo yang mendapat pujian dengan bijak dan bahasa yang jelas. Chesky mengatakan hampir 2000 karyawan, seperempat dari tenaga kerja Airbnb akan di-PHK. Dia juga mengatakan pendapatan 2020 akan kurang dari setengahnya pada 2019.

[Preetika Rana] Saya pikir semua orang akan sangat terkejut jika mereka memilih untuk go public akhir tahun ini. Yang saya dengar dari investor adalah bahwa Airbnb akan membutuhkan setidaknya dua kuartal yang baik sebelum mereka go public.

Pandemi telah mengubah Airbnb dengan cara yang mendasar. Perusahaan mengubah strategi ke masa tinggal jangka panjang, dan baru-baru ini meluncurkan pedoman pembersihan untuk membantu tamu merasa aman setiap kali mereka kembali ke rumah sewaannya. Runtuhnya ekonomi Airbnb merupakan penyelamat bagi banyak orang secara tiba-tiba juga telah membuka cacat serius dalam ekonomi berbagi (sharing economy).

[Preetika Rana] Silakan Anda pikir, Airbnb sebenarnya adalah manajer properti tanpa risiko properti. Tidak seperti hotel yang menjalankan dan mengelola properti mereka, Airbnb tidak memiliki properti apa pun. Pandemi benar-benar telah memaksa kita semua bercermin dan mempertanyakan kembali dasar-dasar ekonomi berbagi.

Siapa yang menanggung risiko?

Posting Komentar

0 Komentar