11 Tahun Memetakan Tepi Tata Surya

Ada beberapa cara untuk mencari tahu dimana dan seperti apa tepi tata surya. Salah satunya adalah dengan mengetahui luasnya angin matahari. Ini adalah aliran konstan partikel bermuatan yang keluar dari Matahari dengan kecepatan satu juta mil per jam dan seperti memandikan planet-planet.

Angin membentuk gelembung pelindung raksasa di sekitar tata surya kita yang dikenal sebagai heliosfer. Wilayah besar ini melingkupi  Bima Sakti, melindungi kita dari radiasi antarbintang dan menciptakan lingkungan yang membantu kehidupan di Bumi berkembang.


Keterangan: Video ini tidak memiliki subtitle Bahasa Indonesia resmi. Namun seluruh transkrip video tsb telah diterjemahkan ke dalam artikel ini.

Tapi perbatasannya tidaklah pasti. Sekitar 11 miliar mil dari Bumi, jauh melewati planet-planet, angin matahari menjangkau ruang antarbintang. Para ilmuwan telah memantau batas ini selama dekade terakhir dan mereka melihatnya berubah dengan berubahnya keadaan aktivitas Matahari.

Kira-kira setiap 11 tahun, medan magnet Matahari meningkat. Ini dikenal sebagai siklus matahari dan pada puncaknya, kutub magnet Matahari membalik — utara menjadi selatan dan sebaliknya. Siklus ini menyebabkan aktivitas Matahari berubah dari tenang menjadi bergejolak dengan banyak suar dan letusan, yang pada gilirannya mempengaruhi angin matahari.

Perubahan dari Matahari bisa membuat hembusan angin matahari menjadi kencang. Ketika itu terjadi, heliosfer mengembang seperti balon. Selama siklus matahari terakhir, para ilmuwan memetakan seperti apa bentuknya.

Untuk memahami peta-peta ini, Anda perlu tahu bagaimana kami mengamati tepi tata surya.

Ilmuwan menggunakan Penjelajah Batas Antarbintang milik NASA, atau IBEX. Berukuran sebesar ban bis dan ada di orbit di sekitar Bumi, IBEX memetakan heliosfer dengan proses yang mirip dengan sonar. Tetapi tidak menggunakan suara untuk mendeteksi objek, ia menggunakan gema variasi angin matahari.


Misalnya, mulai tahun 2014, ada peningkatan besar dan berkepanjangan dalam tekanan angin matahari. Pesawat ruang angkasa NASA di dekat Bumi mendeteksi angin matahari yang bertiup 50% lebih keras dari tahun-tahun sebelumnya.

Setelah melakukan perjalanan ke luar selama satu tahun, angin matahari menghantam tepi heliosfer — pertama kali terjadi kejutan yang menghentikan gerakannya dan kemudian memasuki heliosheath yang terbungkus heliopause. Partikel angin matahari menghabiskan satu tahun lagi di wilayah ini. Beberapa bertabrakan dengan gas antarbintang di heliosheath dan berubah menjadi atom netral energetik, atau ENA. ENA melakukan perjalanan ke segala arah, beberapa bahkan kembali ke Bumi.

Dan antara 2017 dan 2019, beberapa ENA yang kembali mencapai IBEX, yang merupakan gema yang memberikan informasi tentang di mana batas heliosfer dan seperti apa bentuknya.

Jika kita memotong heliosfer dan meletakkannya ke permukaan yang rata, inilah yang akan Anda lihat (berbentuk elips). Ini hidungnya dan ini ekornya (di ujung kanan dan kiri). Hidung menunjukkan fluks ENA tinggi, yang menunjukkan hembusan angin kencang dan balon heliosfer.

Dari pelacakan ekspansi ini, para ilmuwan menemukan bahwa hidung dan ekornya tidak simetris.

Jika kita membandingkan peta, ENA dari peningkatan besar angin matahari 2014 telah kembali dari hidung, tetapi mereka belum kembali dari ekor, ini menunjukkan bahwa ekornya jauh lebih jauh dari Matahari daripada hidung. Ini memberi indikasi bahwa heliosfer lebih mirip komet daripada gelembung bundar.

Dengan melakukan pengamatan heliosfer dalam suatu siklus matahari penuh membuka pintu untuk memahami satu-satunya lingkungan yang sejauh ini kita ketahui dapat mendukung kehidupan. Dan ada beberapa kejutan dari itu.

Di luar heliosfer, dekat hidung, ada satu wilayah yang membutuhkan waktu dua tahun lebih lama untuk menanggapi peningkatan angin matahari tahun 2014. Para ilmuwan berpikir ENA ini memantul dari heliopause dan masuk ke ruang antarbintang sebelum kembali ke Bumi. Ini adalah tanda bahwa kita masih belajar tentang keanehan heliosfer kita.

Tapi satu hal yang pasti, karakteristik ini dapat memberi tahu kita tentang bahan utama pembentuk kehidupan di sekitar bintang.

Transkrip disediakan oleh NASA Goddard

Posting Komentar

0 Komentar