Begini Penerbangan Masa Depan Setelah Pandemi

Terbang berarti pergi ke bandara, mengantarkan barang-barang Anda saat check-in, mungkin membeli kopi di terminal, dan akhirnya duduk di pesawat yang penuh sesak. Perjalanan itu sekarang terlihat bagi beberapa orang seperti ladang ranjau potensial untuk menangkap virus corona. Dan itu menjadi salah satu alasan besar mengapa banyak orang berhenti bepergian.


Keterangan: Video tidak memiliki subtitle Bahasa Indonesia resmi. Namun seluruh transkrip video ini telah diterjemahkan ke dalam artikel ini.

[Bill Lentsch, Chief Customer Experience Officer, Delta] Bukan rahasia lagi bahwa industri perjalanan telah melihat penurunan permintaan yang luar biasa.

[Dr. Lindsey Marr, Pakar Penularan Viral Udara, Virginia Tech] Saya pikir penting bagi mereka untuk menerapkan tindakan yang dapat membantu para penumpang merasa sedikit lebih nyaman.

Ruang yang penuh sesak, tempat yang dipakai bersama, dan interaksi antar manusia yang diperlukan di bandara dan di pesawat terbang, semua memiliki potensi untuk menyebarkan virus antara peumpang dan akhirnya antar negara.

[Rick Cotton, Direktur Eksekutif, Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey] Pengalaman berada bandara, seperti banyak pengalaman kita di tempat lain hari ini akan ditransformasi oleh kemajuan teknologi terbaru.

Apa yang dilakukan industri penerbangan untuk membuat kita merasa aman lagi? Dan bagaimana itu bisa mengubah cara kita terbang? Mari kita mulai saat check-in.

[Dr. Lindsey Marr] Penggunaan masker wajah oleh semua orang akan menjadi langkah paling penting yang bisa kita ambil untuk meminimalkan risiko penularan saat bepergian.


Di India, penumpang harus menunjukkan bahwa mereka memiliki aplikasi pelacakan kontak yang diinstal pada ponsel mereka untuk memasuki terminal. Dan di Bandara Internasional Delhi, barang-barang juga harus melalui terowongan sanitasi UV.

Di dalam bandara, disamping tisu disinfektan dan pembersih tangan, beberapa perusahaan telah mulai membuat prototipe untuk kios swalayan yang bebas sentuhan. Salah satunya dari Millennium Automation yang memungkinkan penumpang untuk membuat pilihan dengan menggerakkan kepala mereka.

[Rick Cotton] Evolusi ke arah itu sebenarnya sudah dimulai secara signifikan sebelum pandemi. Pandemi telah menambah urgensi atas semua ini. Sedapat mungkin, jika diperlukan sentuhan, itu bisa dilakukan di perangkat Anda, di ponsel Anda.

Bagi mereka yang memiliki barang bawaan untuk diperiksa, kios-kios yang memungkinkan penumpang untuk menandai dan menyerahkan tas sendiri bisa menjadi norma baru. Tetapi untuk saat ini, masih banyak yang meminta Anda untuk mengantarkan bagasi ke agen, yang berarti mengantre. Tapi sekarang dengan semua semua dilakukan dengan menjaga jarak.

[Bill Lentsch] Ada penanda jarak sosial di semua area antrian. Akan ada sekat plexiglass di setiap stasiun di mana agen berjaga untuk membantu pelanggan.

Selanjutnya keamanan. Di sinilah beberapa bandara berusaha tidak hanya mencegah penularan Covid-19, tetapi mengidentifikasi penumpang yang mungkin membawa virus. Bandara Heathrow London sedang melakukan uji coba scan suhu untuk mencari wisatawan yang demam. Walaupun demam hanyalah gejala, bukan konfirmasi seseorang memiliki atau tidak memiliki virus.

Dan Lufthansa berencana menawarkan tes virus corona untuk para penumpang di Jerman. Maskapai ini mengatakan para penumpang akan mendapatkan hasil dalam waktu sekitar empat jam.

[Bill Lentsch] Peristiwa 911 melahirkan TSA (Administrasi Keamanan Transportasi). Kami mengantisipasi akan ada sesuatu untuk memastikan pelanggan aman melakukan perjalanan udara.

Di AS, TSA sudah menggunakan pengenalan wajah, tidak lagi pemeriksaan ID manual untuk menyaring beberapa penumpang. Tetapi dengan makin pentingnya teknologi tanpa sentuhan, Anda mungkin melihat lebih banyak entri biometrik di masa depan.

[Rick Cotton] Sampai batas tertentu, teknologi wajah mungkin akan diterapkan, bagi tentu bagi mereka yang merasa nyaman dengannya.

TSA mengatakan pemeriksaan biometrik lebih cepat, tetapi saluran keamanan dalam sistem masih memiliki risiko kebocoran. Salah satu solusi yang mungkin, pemeriksaan keamanan dengan janji (appointment). Bandara Internasional Montreal telah memungkinkan para penumpang memesan slot waktu secara online dan itu telah dilakukan selama bertahun-tahun. Dan sistem serupa dapat membantu bandara lain menghindari kepadatan.


Begitu melewati keamanan, pelancong menghadapi potensi restoran dan toko yang ramai. Di bandara dalam jaringan Port Authority, penumpang dapat menggunakan telepon mereka untuk memesan makanan dan barang-barang eceran langsung ke gerbang mereka, sehingga tidak menghadapi risiko antre atau adanya interaksi lebih lanjut. Sangat penting bagi bandara untuk mengatur ini sebaik-baiknya.

Satu kelompok industri memperkirakan bahwa bandara mendatangkan sekitar tujuh dolar per penumpang dari pendapatan non-penerbangan. Sekarang mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi tahun lalu, 140 juta penumpang melewati bandara jaringan Port Authority. Dan beberapa merek, seperti Estee Lauder, memiliki penjualan lebih tinggi di bandara utama daripada di department store Amerika Utara. Tetapi hanya menunggu di pintu gerbang mungkin bukan pilihan terbaik bagi wisatawan karena keramaian cenderung terbentuk sebelum naik.

[Dr. Lindsey Marr] Kalau di bandara, saya mungkin akan nongkrong di tempat lain di bandara, di gerbang yang berbeda, dan menunggu sampai mereka semua naik boarding.

Delta berharap untuk menghindari kesibukan dengan menaiki pesawat 10 penumpang per waktu. Dan mereka masih harus terus memakai masker.

[Bill Lentsch] Jika pelanggan tidak memiliki masker, kami akan berikan masker dan kami akan menyediakan pembersih di sepanjang perjalanan.

Pesawat sendiri menghadirkan salah satu tantangan terbesar dalam menghindari penyebaran virus. Untuk maskapai penerbangan, upaya mitigasi dimulai sebelum penumpang naik.

[Bill Lentsch] Kami melakukan penyemprotan elektrostatik sebelum setiap keberangkatan. Semprotan akan membunuh virus yang terkena.

Ketika naik, Delta, seperti yang lainnya, mulai dengan menaikkan penumpang di belakang pesawat untuk membatasi kemacetan di lorong. Dan Singapore Airline Scoot membatasi jumlah barang bawaan yang bisa Anda bawa untuk menghindari kerumunan di tempat penyimpanan bagasi.

Setelah duduk, penumpang kemungkinan akan memiliki ruang ekstra. Delta, untuk saat ini, melarang kursi tengah dan membatasi jumlah penumpang.

[Bill Lentsch] Tidak ada maskapai yang akan diperbolehkan terbang di atas kapasitas tempat duduk 60%. Jadi, jika ada 100 kursi di pesawat, tidak lebih dari 60 pelanggan di pesawat.

Tetapi tetap saja pembatasan tempat duduk tersebut tidak dipatuhi semua maskapai. Dan beberapa pelancong melaporkan ada penerbangan yang padat. Dan ketika kursi tengah diperbolehkan diisi, mungkin akan dipasangi pembatas atau menghadap ke arah lain yang berlawanan antar penumpang. Ruang terbatas membuat ventilasi di dalam pesawat menjadi lebih penting bagi orang-orang. Aliran udara yang baik adalah kunci untuk mengendalikan jumlah virus yang berpotensi melayang.

[Bill Lentsch] Kami menggunakan filter yang disebut filter Hepa, filter yang sama yang digunakan di ICU rumah sakit dan ruang gawat darurat. Setiap dua hingga lima menit, tergantung pada jenis pesawat, udara di dalam pesawat dipertukarkan dengan udara luar.

Beberapa maskapai penerbangan juga menghilangkan layanan makanan, majalah penerbangan, dan kartu bebas pajak. Sementara yang lain, termasuk Delta, memilih paket makanan ringan yang dibungkus sebelumnya, semuanya untuk meminimalkan kontak.

Untuk saat ini, bandara dan maskapai penerbangan dapat menerapkan beberapa strategi itu karena tidak banyak orang yang terbang. Juga karena adanya pembatasan perjalanan dan pengurangan penerbangan.

Tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah bandara dan maskapai penerbangan mau melakukan investasi untuk menerapkan langkah-langkah ini dan apakah mereka mampu beroperasi dengan norma baru itu dalam jangka panjang?

[Bill Lentsch] Kami tidak akan menurunkan level tingkat keamanan kami. Dan jika berarti bahwa itu harus merekayasa ulang proses penerbangan sepenuhnya, untuk memungkinkan lebih banyak yang akan terbang, dan memungkinkan keuntungan untuk kembali, kami akan melakukannya.

Sampai ada standar di seluruh dunia, banyak keputusan penting ini pada akhirnya akan tergantung ke masing-masing maskapai dan bandara.

[Dr. Lindsey Marr] Langkah-langkah ini harus efektif karena jika terjadi wabah di pesawat, maka akan dapat dipastikan bahwa tidak ada yang mau melakukan perjalanan lagi.

Posting Komentar

0 Komentar