Beda Budaya Cina dan Amerika Serikat dalam Perang Dunia Era Baru

Selalu merasa diatas angin! Itulah yang mungkin dirasakan Amerika Serikat yang selalu terdepan dalam kemajuan teknologi. Namun kebangkitan teknologi Cina dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi ancaman serius bagi AS. Namun, seperti apakah persaingan ini akan berakhir? Terdapat perbedaan mendasar dalam hal kultur atau budaya di antara kedua negeri adidaya ini. Rasanya inilah faktor penentu yang penting dalam menentukan siapa yang akan menang dalam perang ini.

Kehadiran Huawei dengan teknologi 5G dan TikTok yang tiba-tiba menjadi raksasa platform media sosial menjadi ancaman bagi negara-negara Barat dan sahabatnya. India melarang TikTok. Sebelumnya Amerika Serikat dan Inggris memblokir Huawei untuk masuk ke negaranya. Alasan utama yang dipakai adalah keamanan nasional negara.


Masuk akal karena seluruh perusahaan Cina wajib tunduk kepada pemerintahan Partai Komunis walaupun mereka berbisnis di luar negeri. Negera demokrasi Barat kuatir bahwa data sangat penting dalam jaringan 5G dan medsos di TikTok dapat dipengaruhi oleh pemerintah Cina. Beberapa kejadian telah terbukti sebelumnya. Misalnya saat seorang pengguna TikTok dari luar Cina yang menyinggung isu represi etnis Uighur muslim di Cina, tiba-tiba akunnya diblokir.

Hal seperti itu memang sulit terjadi di Amerika Serikat seperti contoh pemerintah yang sama sekali tidak bisa minta ke Apple untuk membuka kunci iPhone teroris, atau meminta Twitter untuk membuka datanya. Kejadian yang sama dengan Facebook yang begitu independen mengatur dunia medsosnya tanpa dapat diintervensi oleh pemerintah negara manapun.

Namun, perang dunia era baru ini tidak melulu tentang isu keamanan nasional. Ada pertarungan untuk memperebutkan hegemoni dunia baru. Ada gengsi dan harga diri nasional yang dipertaruhkan. Ada aspek historis yang ikut mempengaruhi. Ikuti video analisis dari CNBC Indonesia tentang isu yang sangat hangat ini.

Sumber: CNBC Indonesia.
Terbit sebelumnya di: Dunia Kita - My Spots Network

Posting Komentar

0 Komentar