Indahnya Burung Enggang/Rangkong Menari di Hutan Tropis

Burung rangkong papan (disebut juga enggang) memiliki sayap yang hampir dua meter panjangnya, dan memungkinkan burung untuk bepergian jarak jauh dalam mencari makanan. Rangkong memakan 40 buah atau lebih dari berbagai pohon yang berbeda, dan mengangkut biji yang dapat dicerna ke seluruh Ghat Barat, hutan yang masih terjaga keasliannya di India.


Keterangan: Video ini telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Jadi, demi kepentingannya, pohon harus memikat perhatian rangkong. Buah aranya sendiri, walau terasa enak, sebenarnya tak terlalu bernutrisi, jadi rangkong harus memakan jumlah yang banyak. Bisa jadi pekerjaan yang melelahkan. Tapi itu bukan situasi yang mudah.

Enggang adalah burung omnivora, memakan buah, serangga, dan binatang kecil. Mereka tidak bisa menelan makanan yang ditangkap di ujung paruh karena lidah mereka terlalu pendek untuk memanipulasinya, sehingga mereka melemparkannya kembali ke tenggorokan dengan sentakan kepala. (kiddle.co)

Satu pohon ara yang berbuah menarik perhatian sejumlah besar rangkong. Persaingan di antara mereka berlangsung intens. Pertarungan udara di antara burung jantan tak pernah difilmkan sebelumnya dan tujuannya tak cukup dipahami. Mungkin burung tersebut hanya memperebutkan makanan, tapi sepertinya lebih dari itu.

Pemenang bisa mendemonstrasikan kekuatan dan keahliannya untuk mengunjungi burung betina. Burung jantan jelas terlihat tekun untuk mengambil hati mereka. Sangat penting bagi rangkong untuk mendapatkan pasangan terbaik karena, saat tercapai, ikatan antara jantan dan betina akan berlangsung seumur hidup.

Fitur yang paling khas dari burung enggang adalah paruh yang tebal, didukung oleh otot leher yang kuat serta oleh tulang belakang yang menyatu. Paruh yang besar membantu dalam pertempuran, merapikan, membangun sarang, dan menangkap mangsa. Fitur unik pada burung enggang adalah kasque, struktur berongga seperti helm yang membentang di sepanjang rahang atas. Di beberapa spesies, kasque ini cukup besar, diperkuat dengan tulang, yang memungkinkannya berfungsi sebagai resonator untuk suara panggilan.(kiddle.co)

Hutan juga mendapatkan keuntungan dari pertarungan ini karena bahkan rangkong yang kalah akan menyebarkan biji ke seluruh area saat dia mencari makanan berikutnya. 

Enggang adalah burung omnivora, memakan buah, serangga, dan binatang kecil. Mereka tidak bisa menelan makanan yang ditangkap di ujung paruh karena lidah mereka terlalu pendek untuk memanipulasinya, sehingga mereka melemparkannya kembali ke tenggorokan dengan sentakan kepala.

Transkrip dari Netflix. Terjemahan subtitle oleh Vitri Anggreini.

Posting Komentar

0 Komentar