Kecerdasan Buatan di Cina, Pengawasan Total Terhadap Masyarakat

Kami sedang dalam perjalanan ke Cina, negara yang telah mengalami perubahan yang menakjubkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ibu kotanya Beijing, ramai. Seluruh negara haus akan kemajuan dan berada di jalur cepat menuju masa depan. Waktu bergerak lebih cepat di sini.

Pada tahun 2030, Cina bertujuan menjadi pemimpin global di bidang kecerdasan buatan. Ada banyak hal yang mengindikasi, ia akan memenuhi sasaran itu, karena pemerintah telah membiayai program subsidi senilai miliaran Euro.


Keterangan: Video ini telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

Robot-robot ini bukan merakit mobil. Mereka adalah daya tarik besar di Smart Restaurant terbaru Beijing. Kecerdasan buatan di dapur dan pelayan yang diotomatisasi.

Saya memiliki janji pertemuan di sini dengan peneliti desain Gesche Joost. Seorang mantan duta besar internet untuk pemerintah Jerman. Ia saat ini melakukan penelitian di Universitas Tongji di Shanghai.

Saya bertanya kepadanya, bagaimana kesannya tentang Cina?

[Gesche Joost] Ada rasa lapar yang nyata di kota ini dan menyenangkan berbicara dengan orang-orang muda, karena mereka ingin menjadi motor perubahan. Mereka bekerja siang dan malam. Mereka punya model baru keseimbangan kehidupan kerja, itu disebut 9-9-6. Saya berpikir: Apa maksud Anda 9-9-6? Dan mereka berkata, kami bekerja dari pukul 9 pagi sampai 9 malam, enam hari seminggu. Itu sebenarnya model yang lebih baik sekarang, karena sebelumnya mereka bekerja hampir tanpa henti. Tapi tak ada yang berhenti, tak ada yang menginjak rem. Mereka bekerja seperti orang gila, sebab mereka ingin membawa perubahan.


[Gesche] Restoran ini menelan biaya Rp 290 milyar. Hanya satu restoran. Mereka berinvestasi dalam jumlah besar untuk mendigitalisasi seluruh operasi. Tidak hanya ada robot yang menyajikan makanan, seluruh dapur didigitalkan. Sistem memonitor pendingin, memonitor rantai suplai, ada dashboard untuk segalanya. Semuanya terhubung ke jaringan di sini. Apakah teknik itu berfungsi, dan aspek yang bisa mereka terapkan di restoran lain dalam rantai ini. Itu yang terjadi di sini, mereka mencoba ide dan berpikir besar!

Tapi bagaimana dengan privasi?

[Gesche Joost] Keamanan dan privasi adalah dua sisi mata uang yang sama. Anda sering mendengar di sini, AI menjadi penunjang keselamatan publik. Misalnya kamera pengintai di mana-mana, telah secara dramatis meningkatkan kemampuan mengatasi kejahatan. Sulit bagi kita untuk mengerti itu karena privasi dan hak-hak pribadi sangat penting bagi Jerman. Tapi di sini ada tradisi dan penanganan yang berbeda untuk masalah itu.

Saya terpesona oleh Cina. Tapi itu juga membingungkan saya. Bagaimana mereka bisa menggabungkan - peradaban tinggi Cina kuno dan negara industri modern - dengan kamera pengintai di mana-mana?

Distrik Longgang di Shenzen. Di jantung wilayah ekonomi Cina yang berkembang pesat, di utara Hong Kong, kami mengunjungi pusat pengendali Smart City. Monitor raksasa menampilkan data seluruh kota dalam waktu riil.

Jumlah penghuni baru di lingkungan itu, untuk merencanakan sekolah. Tingkat pasokan air, waktu padam listrik. Semua informasi ini dikumpulkan, dikompilasi dan dievaluasi - menggunakan kecerdasan buatan.

Proyek percontohan ini dikembangkan bersama raksasa teknologi Cina Huawei. Chief Engineer Chen Bang Tai memberi tahu saya, kota ini sekarang beroperasi secara lebih efisien.

Jadi yang Anda lakukan di sini adalah perencanaan kota?

[Chen Bang Tai] Ya, sistem itu sangat membantu. Ini adalah ranjang pasien di rumah sakit. Saat ini ada 15 ribu dokter dan perawat... dan 7600 tempat tidur.

Jadi, apakah Shenzen saat ini sehat atau sakit?

Sistem pengawasan pintar memindai seluruh kota. Struktur ilegal, seperti yang ada di atap ini, dengan cepat diidentifikasi dan dihancurkan.

Bagi saya, ada di dalamnya terasa seperti adegan film fiksi ilmiah. Petugas keamanan bekerja dengan streaming langsung bodycam, memeriksa jalan-jalan kecil. Ini adalah pengawasan total.


Chen menunjukkan pada saya bagaimana kamera yang dipasang di dapur restoran, termasuk juga mengawasi kebersihan. Tapi tidakkah para koki bersedia dipantau setiap saat?

[Chen Bang Tai] Sistem mencatat semua orang yang menggunakan gambar ini. Siapa pun yang melihat mereka tanpa izin, akan dihukum.

Transparansi total untuk tujuan kemajuan. Chen mengatakan, penduduk distrik Longgang menyetujuinya.

Menyeberang saat lampu merah dilarang dan pelanggarnya langsung diidentifikasi. Lihat di sini! Anda melanggar sekali dan secara langsung skor kredit sosial Anda turun.

Tingkat pengawasan total ini, tidak  terpikirkan di barat, tapi di sini di Cina mereka memandangnya berbeda. Ini mendorong penurunan kejahatan.

Apa yang dikatakannya di sini?

[Staf Pegawas] Laki-laki, remaja tanpa kacamata.

Remaja?

[Staf Pegawas] Ya, tiba-tiba Anda seorang remaja.

Saya suka pengenalan wajah di Cina. Wajah saya dianggap remaja.

Transparansi masyarakat secara total demi kepentingan efisiensi. Beberapa di antaranya tampak bermanfaat, tapi apakah kita benar-benar ingin mengukur, mengawasi dan menganalisis semuanya, hanya karena secara teknis memungkinkan?

Tidakkah itu tentunya akan membawa kita ke jalan kediktatoran data? Mungkin kepercayaan lebih baik daripada pengawasan cerdas.


Posting Komentar

0 Komentar