Cara Cina Merusak Tatanan Kota Sihanoukville di Kamboja

Selama berabad-abad, pelabuhan Cina menjadi gerbang menuju dunia luar. Melalui gerbang itu kami menempuh perjalanan ini. Kami naik ke kapal untuk memulai tahap selanjutnya dari perjalanan di sepanjang Jalur Sutra Maritim.

Pelabuhan itu sangat besar, tapi hanya merupakan salah satu dari pelabuhan besar lainnya di negeri ini. Dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, tujuh terdapat di Cina. Sekitar 25 juta kontainer melewati pelabuhan Shenzhen setiap tahun. Berisi barang-barang yang akan berlayar ke seluruh dunia.

Wisatawan Cina juga berbondong-bondong menuju destinasi baru, seperti yang kami temukan pada perhentian pertama kami, kota Sihanoukville di Kamboja. Kote ini menjadi populer bagi orang Cina yang mencari liburan di pantai. Ini adalah surga waktu luang, dengan sinar matahari, laut, dan kesempatan belanja yang terbuka lebar.

Bagi banyak warga setempat, ledakan pariwisata mendadak di Sihanoukville adalah berkah yang sangat beragam. Namun, bagi orang lokal Kamboja seperti Srijön dan Visna mengatakan, mereka sekarang merasa seperti orang luar di rumah mereka sendiri.


Keterangan: Video ini telah memiliki terjemahan Bahasa Indonesia. Jangan lupa aktifkan Subtitle/CC YouTube ke Bahasa Indonesia.

[Srijön] Sangat mengerikan dengan semua orang Cina di sini. Mereka berperilaku sangat buruk.

[Visna] Teman-teman kami tak mau lagi datang ke sini. Terlalu banyak orang Cina. Hanya dalam satu tahun, semuanya berubah. Orang-orang Cina telah mengambil alih kota kami.

Tampaknya pengambilalihan sedang berlangsung. Proyek konstruksi Cina mengubah kota itu. Sihanoukville lama, praktis telah disingkirkan. Para pekerja, bahan material, dan rencana untuk proyek-proyek baru semuanya diimpor dari Cina.

Bagaimana ini bisa terjadi?

Pakar politik Vannarith Chheang adalah satu dari sedikit orang Kamboja yang bersedia berbicara secara terbuka tentang topik ini.

[Vannarith Chheang] Para investor Cina, mereka mungkin menyuap pemerintah lokal untuk mendapatkan lisensi. Untuk memperoleh akses ke peluang investasi tertentu dan sebagainya. Proses penawaran tidak terlalu transparan. Terutama jika itu menyangkut untuk pembuatan proyek infrastruktur. Kami tidak tahu banyak tentang apa yang sedang terjadi.

Orang-orang Cina ada di sini dengan pengaruh kekuatannya, dan penduduk setempat terdesak keluar. Kami bertemu Visna di pusat kota. Ia dulu mengelola sebuah restoran kecil di sini, tapi baru-baru ini dia harus menyerahkan usahanya. Seorang investor Cina sedang membangun hotel di tempatnya.

Harga sewa di pusat kota melonjak. Tetapi harga-harga yang dapat dibayar orang Cina tidak terjangkau bagi penduduk lokal seperti Visna. Setiap orang yang diajaknya bicara, memiliki kabar buruk untuknya.

[Percakapan Visna dengan Pemilik Ruang Usaha] Saya melihat iklan Anda. Berapa harga sewanya? - 30.000 sebulan. - Tidak mungkin saya bisa membayar sewa seperti itu. Belum lagi ditambah biaya air dan listrik. Dan saya masih belum membayar biaya sekolah anak-anak saya. 

Hanya orang Cina yang mampu membayar sewa ini. Segera hanya akan ada restoran Cina untuk pelanggan Cina. Kami orang Kamboja tidak punya kesempatan.


Sihanoukville dulunya adalah tempat yang tidak banyak kegiatan. Itu semua berubah, terutama pada malam hari. Suasana telah berubah di kota ini. Ada lebih banyak narkoba di jalanan, lebih banyak kekerasan, dan rasa tidak nyaman.

Perselisihan memanas di antara penduduk setempat dengan para pendatang dari Cina. Pihak berwenang memilih untuk tidak mengakui situasi secara langsung, tapi mereka telah menempatkan lebih banyak polisi di jalan-jalan.

Di hadapan tim kamera kami, polisi tidak memperlakukan warga setempat dan Cina secara berbeda. Tapi rumor mengatakan bahwa suap kecil dapat membantu menutupi hal-hal yang melanggar peraturan.

[Letkol. Prom Pao, Pejapat Kepolisian Sihanoukville] Kejahatan sedang meningkat, itu benar, tapi kami dapat mengendalikannya dan merespons dengan cepat ketika ada masalah. Orang Kamboja dan Cina tidak saling percaya satu sama lain, tapi itu bukan masalah besar. Kadang-kadang ada perkelahian, beberapa orang Cina mengemudi ketika mereka sedang mabuk.

Seiring dengan makin banyaknya minuman keras, ada banyak perjudian di sini. Berjudi adalah hal ilegal untuk orang Kamboja. Begitu juga untuk orang Cina, tapi hanya di Cina. Jadi sekitar 80 kasino bermunculan dalam semalam di Sihanoukville. Uang dalam jumlah besar berpindah tangan. Sedikit yang mengalir bagi penduduk setempat, ini yang semakin menambah ketegangan.

[Vannarith Chheang] Banyak isu baru yang muncul di Sihanoukville. Ini memicu sentimen nasional terhadap Cina. Dan ini telah menyebar sangat cepat. Karena orang Cina baru di Kamboja, mirip dengan bagian dunia lainnya, mereka tidak beradaptasi dengan budaya lokal. Berbeda dari Cina pada abad ke-18 dan 19, mereka mau belajar bahasa lokal, budaya lokal, dan berintegrasi ke dalam budaya lokal.

Ada tanda-tanda itu di sini. Sihanoukville menjadi latar belakang. Warga lokal hanyalah tambahan, sementara peran utama dimainkan oleh orang Cina. Di sini, mereka menikmati kebebasan yang justru tidak diperolehnya di rumah.

Jalur Sutra Baru - Pergerakan Cina ke Barat
Bagian 1 - Dari Cina ke Pakistan
Film karya: Normen Odenthal dan Thomas Reichart

Posting Komentar

0 Komentar